Menata Diri

Aku ingin menjadi seorang hafidzah. Kata- kata yang sempat aku ucapkan untuk diriku sendiri. Sungguh mulia cita- cita itu dan tentu lebih mulia daripada cita- cita untuk mendapatkan beasiswa kuliah lanjut di negara Inggris sebagaimana impianku sejak dulu.
Akan tetapi, ada hal yang salah dalam diriku, yaitu ternyata ikhtiarku untuk menjadi seorang hafidzah tak sehebat ikhtiar teman- temanku atau orang- orang yang bercita- cita sama sepertiku.

Mereka (bukan aku) selalu disiplin dalam menghafal al-Quran dan memuraja’ah hafalan mereka. Mereka (bukan aku) selalu membangun peradaban mereka dengan penuh kedisiplinan yang tinggi dengan al-Qur’an di tangannya. Mereka (bukan aku) meninggalkan banyak urusan dunia kemudian fokus dalam pengejarannya untuk akherat.

Sungguh, membangun peradaban yang tinggi dengan al-Qur’an memang cukup sulit, butuh tekad kuat, dan semangat baja untuk mewujudkannya. Dan, aku masih berusaha berproses untuk itu. Semoga Allah ta’ala memudahkan. Aamiin..

–ditulis di hari yang cerah, masyaa Allah

Sukoharjo, 29 Juli 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s