Hikmah

Ada masa dimana kita harus menyendiri. Terdiam. Tenang. Berpikir untuk menentukan sebenarnya arah mana dalam hidup yang harus kita tempuh. Ada persimpangan yang harus kita pilih. Hidup memang demikian. Ada saja hal- hal yang harus kita pilih. Bahkan, ketika kita tak memilih pun sudah termasuk kita sudah menentukan pilihan.
Hidup seperti ombak, atau mungkin bisa dipermisalkan hujan. Terus bergulung bagaikan ombak, atau terus menetes dan kadang reda bagaikan hujan. Kesamaannya adalah keduanya bisa kita nikmati.

Nasehat untukku sendiri. Hidup itu sebuah perjuangan dan perjuangan tak akan berhenti sampai kaki menapak di surga Allah ta’ala. Maka, ketika sudah merasakan lelah, cukuplah berhenti sejenak. Tersenyum. Kemudian, menentukan langkah lagi. Jalan hidup orang memang berbeda- beda. Maka, jalani kehidupan kita dengan rasa syukur dan gembira agar semua hal terasa mudah dan menyenangkan. Kita memang memiliki rencana dan tentunya rencana kita terlihat indah di mata kita, tetapi mungkin tidak di pandangan Allah ta’ala. Jadi, apapun takdir Allah ta’ala yang telah ditetapkan untuk kita, yakinlah bahwa itu yang terbaik untuk kita. Yakin saja.
— Ditulis dengan penuh rasa syukur

Sukoharjo, 29 Juli 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s