Munajat Tak Bersajak


Ku akan terus berharap..

Hingga raga ini terdiam..

Bukan karena letih,

Tapi karena usia yang memang telah usai.
Sejenak aku terhibur..

Dengan kisah mereka yang mati muda.
Akupun berguman,

Bila bekal cukup, mati muda tak jadi soal. Asal selamanya bisa bersama, pergi lebih awal pun tak jadi soal

Tak ada yang lebih menakutkan dari seorang yang mati muda,

Namun raganya baru terkubur diusia senja.

Aku sering mendengar tentang mereka.
Ah.. Alangkah malangnya bila itu aku..

Wal iyaadzu billah..
Sebelum ku sampai di penghujung garis takdir..

Izinkan aku bersimpuh dihadapan-Mu.

Untuk sebuah maaf yang jarang terucap.

Untuk kecupan kasih pada dua insan..

Yang Engkau sandingkan bersama nama-Mu dalam kitab yang agung.
Dan untuk cinta yang tak tersampaikan

Pada mereka yang aku cintai karena-Mu

Agar aku tersenyum bila semua harus berakhir.
Seringkali aku menulis,

Bahwa semua akan pergi, hanya waktu saja yang berbeda..

Namun semakin kuselami.

Ini bukan soal pergi ..

Tapi diatas apa kepergian itu ?
Hingga ditapal batas akhir. .

Aku berharap agar Engkau menyeruku dan juga mereka..

Dengan seruan kasih dalam firman-Mu: “Wahai jiwa yang tenang,

Kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai.
Masuklah dalam golongan hamba-hambaKu.
Dan masuklah ke dalam syurgaKu” .

 

__________

✍ Ustadz Aan Candra Thalib hafidzahullahu ta’ala

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s