Berilmu, Tapi Jangan Tertipu

Di Masjid Al Hidayah – Sragen ~ Komplek SD Islam Al Hidayah (Utara SMA Negeri 2 Sragen)

http://maps.google.com/?cid=3200602328589283986&hl=en&gl=us
_________________________________
Saudaraku…
Yg harus kita ketahui,
_Ilmu itu hanyalah sarana. Jangan sampai kita tertipu. Ilmu bukanlah tujuan yg harus kita capai. Setelah berilmu, kita masih harus terus beramal utk bekal kehidupan yg kekal._
Sebagaimana kita ketahui firman Allah:
_”Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Mujadilah: 11)_
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tdk pernah meminta tambahan, kecuali tambahan ilmu. Allah ta’ala berfirman:
_”Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”. (QS. Thaha: 114)_
Tujuan berilmu yg sesungguhnya adalah utk beramal. Bukan dengan ilmu nya kita menjadi org yg sombong, mudah menerakakan org lain, merasa ilmu yg kita miliki lebih tinggi, atau bahkan menganggap org lain sangat bodoh.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kita agar selalu memohon kpd Allah setiap pagi dengan do’a:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
_”Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang manfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima.”_
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jg berlindung kpd Allah dari ilmu yg tdk bermanfaat.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا
_”Ya Allah Azza wa Jalla , aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dan dari jiwa yang tidak pernah merasa kenyang, serta dari doa yang tidak dikabulkan.” (HR. Muslim)_
Selayaknya kita renungkan…
Banyak seseorang yg bertahun2 kajian, namun ia pulang ke rumahnya tetap seperti itu, tdk ada perubahan.
Lalu…

Apa manfaatnya ia belajar, kalau sampai ia pulang ke rumah pun tetap tidak ada perubahan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diwahyukan oleh Allah ttg kisah Nabi Musa. Meskipun Rasulullah tdk pernah bertemu langsung dengan Nabi Musa.
Allah berfirman:
_”Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.” (QS. An Nisa: 164)_
Mengenai kisah Nabi Musa, beliau dalam kesehariannya hidup di istana, sehingga tdk dapat dipungkiri jika suasana dan kondisi istana mempengaruhi diri beliau.
Sampai2 suatu ketika Nabi Musa melarikan diri dari istana kemudian pergi ke daerah Madyan dan menikah dengan wanita disana dengan maharnya Nabi Musa harus menggembala kambing selama 10 tahun.
Sebagaimana yg kita ketahui, menggembala kambing itu membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan kepemimpinan.
Padahal, saat itu beliau belum menjadi Nabi, namun beliau sudah ditempa selama 10 tahun dengan menggembala kambing.
Lalu setelah itu, suatu ketika Nabi Musa melihat api di suatu tempat, beliau berpikir bahwa di tempat api itu ia akan menemukan sesuatu yg bermanfaat.
Akhirnya…

Ketika sampai di api itu, Allah memanggil Nabi Musa dari langit. Lalu Allah katakan: “Sesungguhnya Aku adalah Rabbmu.”
Yg perlu kita ketahui dalam kisah Nabi Musa tsb, Allah tdk langsung menyampaikan ilmu kpd Nabi Musa. Namun ternyata Allah mengajarkan adab terlebih dahulu kepada Nabi Musa, mulai dari tempat menuntut ilmu yg harus dimuliakan, Nabi Musa diajarkan utk melepas sendalnya ketika memasuki tempat utk menuntut ilmu, lalu adab selanjutnya adalah mendengarkan ketika ilmu itu disampaikan, dan baru setelah itu baru Allah ajarkan tauhid kepada Nabi Musa.
Bayangkan…
Betapa pentingnya adab menuntut ilmu sebelum kita mengambil ilmu, karena  ditakutkan jika tdk disertai adab, tdk akan bermanfaat ilmu yg kita miliki tsb.
Patut kita renungkan…
Berapa banyak ayat dan hadits yg kita hafal?
Lalu, sudahkah kita mengamalkannya?
Perhatikan kisah dari sahabat Sufyan Ats Tsauri, yg ketika itu ibundanya menginginkan anaknya menjadi ulama. Lalu ibunya memberi Sufyan 10 dirham. Kata ibunya, dengan 10 dirham itu Sufyan harus bisa mencari 10 hadits. Lalu, ketika ia sudah mendapatkan 10 hadits tsb, lihatlah apakah 10 hadits itu menjadikanmu berubah lebih baik, baik itu ucapan maupun perbuatan. Kalau memang ada perubahan yg baik, lanjutkanlah utk mencari ilmu.
Namun…

Kalau tdk ada perubahan, berhentilah kamu dari menuntut ilmu. Karena ditakutkan ilmu itu justru akan menjadi bala petaka utk dirimu. Demikian nasehat ibunda Sufyan Ats Tsauri tsb.
Karena dalam haditsnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
وَالقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَو عَلَيْكَ
_”dan al-Qur’an bisa menjadi pembela bagimu atau mendakwamu.” (HR. Muslim)_
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:
_“Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba nanti pada hari kiamat, sehingga Allah akan menanyakan tentang (4 perkara:) (Pertama,) tentang umurnya dihabiskan untuk apa. (Kedua,) tentang ilmunya diamalkan atau tidak. (Ketiga,) Tentang hartanya, dari mana dia peroleh dan ke mana dia habiskan. (Keempat,) tentang tubuhnya, capek / lelahnya untuk apa.” (HR Tirmidzi)_
Itulah kelak kita akan ditanya utk apa ilmu yg kita miliki. Apakah utk mencari uang, mencari popularitas, atau memang sungguh2 ia amalkan.
Lalu…
Bagaimana mungkin orang yg berilmu namun bisa tertipu?
Perhatikanlah saudaraku…
*Tahukah kalian siapa yg menjadi korek nya api neraka?*
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, _“Sesungguhnya orang yang pertama kali diadili pada Hari Kiamat ialah seorang laki-laki yang mati syahid. Ia dihadapkan, lalu Allah Subhanahu wa Ta’alamengingatkannya pada berbagai nikmat yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepadanya, dan ia pun mengakuinya. Lantas Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya, ‘Apa yang telah engkau perbuat dengan berbagai nikmat itu?’ Ia menjawab, ‘Saya telah berperang karena-Mu sehingga saya mati syahid.’ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Kamu bohongg. Kamu berperang agar namamu disebut-sebut sebagai orang yang pemberani. Dan ternyata kamu telah disebut-sebut demikian.’ Kemudian orang tersebut diperintahkan agar diseret pada wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.”_
_“Selanjutnya adalah orang yang mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan membaca Alquran. Ia dihadapkan, lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkannya pada berbagai nikmat yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepadanya, dan ia pun mengakuinya. Lantas Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya, ‘Apa yang telah engkau perbuat berbagai nikmat itu?’ Ia menjawab, ‘Saya telah mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan membaca Alquran karena-Mu.’ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Kamu bohong. Akan tetapi kamu belajar agar kamu disebut-sebut sebagai orang alim dan kamu membaca Alquran agar kamu disebut-sebut sebagai seorang qari’, dan kenyataannya kamu telah disebut-sebut demikian.’ Kemudian orang tersebut diperintahkan agar diseret pada wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.”_
_“Kemudian seorang yang diberi keleluasan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dikaruniai beragam harta benda, lantas ia dihadapkan, lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan Allah Subhanahu wa Ta’ala pada dirinya. Ia pun mengakuinya. Lantas Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya, ‘Apa yang telah engkau perbuat dengan berbagai nikmat itu?’ Ia menjawab, ‘Saya tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan yang Engkau buka melainkan pasti saya berinfak padanya karena-Mu.’ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Kamu bohong. Akan tetapi kamu melakukan hal tersebut agar kamu disebut-sebut sebagai orang yang dermawan. Dan kenyataan kamu telah disebut-sebut demikian.’ Kemudian orang tersebut diperintahkan agar diseret pada wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim)_
*Faidah dari hadits tsb adalah:*
Lisan kita bisa mengatakan apapun, namun standar keikhlasan itu adalah hati kita. Allah mengetahui apa2 yg ada di dalam hati kita.
Kata Allah apa yg kau cari sudah kau dapatkan. Maka balasannya Allah seret wajah mereka dan dilemparkan ke dalam neraka.
Maka, kita perlu menanyakan kpd diri kita masing2. Sudah ikhlaskah kita menuntut ilmu?
Ibrahim, yg meninggal 1 tahun sebelum meninggalnya Imam Syafi’i, kata ayahnya: _”Ambillah ilmu dari mereka, itu lebih aku cintai daripada kau mendapatkan hadits yg banyak.”_
Perhatikanlah, sedemikian perhatiannya orang tuanya mengajarkan adab dan etika kpd anaknya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
_” Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.”_
Kesombongan adalah pakaian Allah, maka jelaslah tdk bisa kesombongan tsb digunakan hamba Nya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
_”Keagungan adalah sarungKu dan kesombongan adalah pakaianKu. Barangsiapa merebutnya (dari Aku) maka Aku menyiksanya.” (HR. Muslim)_
Maka, ketika kita sudah menuntut ilmu, jangan merasa dia yg paling baik dan benar dengan menyombongkan diri dan merendahkan org lain.
Salah satu akhlak seorang penuntut ilmu itu seharusnya menghormati yg tua dan menyayangi yg muda.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda:
لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيْرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيْرَنَا
_“Bukanlah termasuk golongan kami, orang yang tidak menyayangi anak kecil dan tidak menghormati orang yang dituakan diantara kami”. (HR. At-Tirmidzi)_
Yg patut kita renungkan, sudahkah kita seperti itu?
Kemudian sudahkah kita memperhatikan hak sesama muslim?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
_”Hak seorang muslim atas muslim yang lain ada enam: Jika engkau bertemu dengannya maka ucapkanlah salam, jika dia mengundangmu maka datanglah, jika dia meminta nasehat kepadamu maka berilah nasehat, jika dia bersin lalu mengucapkan Alhamdulillah maka doakanlah, jika dia sakit maka jenguklah, dan jika ia meninggal maka iringilah jenazahnya “ (HR. Muslim)._
*1. Menebarkan salam*
Menebarkan salam kepada siapa saja yg muslim tanpa melihat org tsb kita kenal atau tdk. Terkadang org yg sudah berilmu lupa utk menebarkan salam dimana ia berada. Subhanallah.
*2. Kalau diundang, datanglah*
Tdk selayaknya kita memilih org2 yg mengundang kita. Seharusnya kita tdk membedakan mana yg kaya dan miskin.
*3. Kalau ada yg meminta nasehat, berikanlah*
Seharusnya tdk ada penipuan yg terjadi dlm Islam karena adanya nasehat. 
“Bukan termasuk umatku yg melakukan penipuan.
*4. Menjawan bersin*
Mendoakan seorang muslim yg bersin jika ia mengucapkan alhamdulillah, jika tdk maka kita pun tdk perlu menjawabnya.
*5. Jika ia sakit, jenguklah*
Org beriman itu saudara. Kita tdk perlu membedakan mana yg harus kita jenguk, apakah dia org kaya atau miskin.
Memang mungkin ada tingkatan iman nya yg kurang, namun tetap kita harus menjenguknya.
*6. Jika ia meninggal, iringilah jenazahnya*
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam kenal dengan wanita tua yg sering menyapu masjid Nabawi.
Suatu ketika wanita tua tsb meninggal, lalu sahabat berpikir tdk perlu membangunkan Nabi, karena menurut mereka hanya karena wanita ini haruskah Nabi terbangun. Subhanallah.
Setelah Nabi Muhammad ke masjid, beliay menanyakan dimana wanita tua itu.
Lalu sahabat mengatakan bahwa ia telah meninggal.
Lalu Nabi mengatakan, “Kenapa kalian tdk memberitahu aku? Kalau begitu tunjukkan aku dimana ia dikubur.”
Kemudian, jgn lupakan kebaikan2 yg lain ketika kita sudah mengaji:
*1. Tdk malas.*
Habis shubuh seharusnya tdk tidur lg. Karena Nabi pun beraktivitas di masjid sampai matahari terbit.
*2. Berbakti kpd orang tua*
Renungkanlah…
Setelah ngaji, ortu kita semakin sayang tdk kpd kita? Jgn sampai org tua kita nerakakan dengan alasan ilmu kita lebih tinggi darinya. Subhanallah.
*3. Istri yg mengaji, sudahkah memuliakan suaminya?*
Hormatilah suaminya, dan ajaklah ia mengaji.
*4. Suami yg sudah mengaji, masih suka marah kah kpd istrinya? Bahkan masihkah keluar dari lisan2nya perkataan yg menyakitkan?*
*5. Kita tahu keutamaan shadaqah, maka seberapa seringkah kita bershadaqah?*
*6. Keutamaan zuhud, sudahkah kita mengumpulkan harta utk akhirat?*
*7. Tetaplah fokus dan menyaksikan kajian.*
والله أعلم

📌 _”’Demikian semoga bermanfaat dan banyak faedah..”_
 *جزاكم اللّه خيرا و بارَك اللّهُ فيكُم*

_______________________________
✏ Pecinta Sunnah ~ Jogja
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s