Karena Semua Tersimpan Hikmah

❤ Beliau sahabat saya sejak SMP, sebutlah dia bernama fulanah.. ^^ (nama tidak disebutkan untuk menjaga privacy).. ✌🌷
.

Kami berteman sejak SMP kemudian lanjut ke SMA. Jadi makin akrab karena kita satu Kerohanian Islam SMA setelah saya memutuskan keluar dari tim paskibraka. Jadi makin akrab lagi karena kami teman belajar bahasa Arab. Kemudian kelas X1, qoddarullah kami satu meja. Makin tambah deket. Saling ngingetin buat istiqomah. Dari beliau saya belajar untuk menjaga diri dari berinteraksi dengan lawan jenis. Paling kekeuh ngingetin saya ketika tetiba ada teman yang bukan mahram yang mau minta bantuan buat belajar salah satu pelajaran waktu di dalam kelas. Beliau yang selalu bilang, “wati, jangan mau.. jangan mau yaa. Dicuekin aja. Jangan mau”. Beliau pun yang biasanya ngajakin ke ruang UKS, kalau teman- teman kelas mulai pada nyanyi- nyanyi nggak jelas saat jam kosong pelajaran.

.

Kemudian kuliah, kita berpisah. Pisah kampus. Pisah kota.

.

Selama kuliah S1, beliau selalu ngasih kejutan. Tetiba semester 2, beliau memutuskan untuk pakai cadar waktu kuliah, masyaa Allah. Kemudian sekitar semester 4, beliau memutuskan untuk menikah, masyaa Allah.

Saya lulus 3,5 tahun, tetapi beliau malah ambil cuti kuliah. Sampai yang paling mengejutkan ketika beliau berjuang nyelesain skripsi saat hamil, saya nggak bisa bayangin gimana susahnya mondar- mandir ke kontrakan dan kampus saat hamil besar seperti itu. Masyaa Allah.

.

Banyak pelajaran yang saya ambil dari beliau.

Pun banyak pelajaran pula yang saya ambil dari setiap orang yang saya temui.

.

Saya yakin dalam satu hal bahwa Allah ta’ala selalu mempertemukan kita dengan setiap orang untuk satu alasan.

Entah hanya untuk sesaat atau selamanya.

Entah akan menjadi bagian terpenting atau hanya sekedarnya sahaja.

.

Bagi saya. Setiap masalalu ada yang perlu sangat dikenang dan diingat dalam hati. Hal- hal yang baik, yang berharga, dan yang penting. Dan, ada sebagian masalalu yang perlu saya lupakan berikut dengan orang- orangnya.

.

Jazaakumullahu khayran untuk keluarga, sahabat dan teman yang selalu menebarkan kebaikan bagi saya.

.

Dan terimakasih untuk orang- orang yang telah menyakiti begitu dalam. Dengan begitu, saya makin tahu bagaimana memperlakukan orang lebih baik lagi. Meski sudah menyakiti begitu dalam, saya akan masih menegur lagi mungkin kalau kita bertemu lagi di suatu tempat.

Saya selalu berdoa kepada Allah ta’ala semoga wajah- wajah orang yang telah menyakiti saya begitu dalam terhapuskan dari ingatan saya. Semoga suatu saat nanti. Aamiin. Sehingga ketika kita bertemu lagi nanti, saya tidak kenal kalian lagi.

.

.

(Night Writing ~ 10 Maret 2017)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s