Cepatlah Menikah sebelum Engkau Terfitnah

Muroja’ah dari ustadz Abu Rifa’ah Roviul Anwar
__________
Menikah adalah ibadah, maka mulailah dengan suatu hal yang syar’i.

Jangan mencampurkan ibadah nikah yang mulia dengan noda kemaksiatan, seperti adanya pacaran dengan berdua- duaan di dunia maya atau nyata, yang mana hal itu adalah celah syaitan untuk merusak hati seorang mukmin. Sebagaimana Allah ta’ala telah memperingatkan tentang hal ini, yaitu tidak boleh mendekati zina.

Hukum chatting antara lawan jenis adalah haram. Para ulama tidak ada khilaf dalam perkara ini. Chattingan antara lawan jenis sama saja dengan pacaran di dunia maya yang akhirnya menjerumuskan dia dalam kemaksiatan.

Kebahagiaan itu dari Allah ta’ala. Maka, tidak akan mungkin kebahagiaan itu tercapai dengan sesuatu hal yang Allah ta’ala murkai. Kebahagiaan dalam pernikahan itu mencangkup sakinah, mawaddah, warohmah.
1. Pengertian Menikah
a. Secara bahasa artinya berkumpul dan bergabung.

b. Secara istilah syar’i adalah suatu akad yang menghasilkan bolehnya saling berkasih sayang antara laki- laki dan perempuan yang sesuai dengan arahan syari’at.
2. Dalil tentang Disyariatkan Menikah
a. Dalil dari Al Qur’an diantaranya:
“Maka, nikahilah wanita- wanita yang kamu senangi : dua, tiga, atau empat kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil. Maka, nikahilah seorang saja atau budak- budak yang kamu miliki”. (QS Annisa: 3).

b. Dalil dari hadits, diantaranya:
Dari Abdullah bin Mas’ud rahimahullah berkata, “Rasulullah bersabda, ‘wahai sekalian pemuda, barang siapa yang mampu untuk menikah, maka bersegeralah menikah, karena hal itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan, barang siapa yang tidak sanggup maka hendaklah ia berpuasa”. (Hadits Riwayat Muttafaq’alaih).
 3. Hukum Asal Menikah
Hukum menikah berbeda dari satu orang ke orang lain, maka kesimpulannya sebagai berikut :
Wajib bagi seseorang yang dikhawatirkan terjerumus dalam dosa zina, sedangkan dia memiliki kemampuan untuk menikah.
Sunnah bagi seseorang yang memiliki kemampuan menikah, namun tidak dikhawatirkan terjerumus ke dalam dosa zina (berkhalwat di dunia maya maupun nyata).
Makruh bagi seseorang yang tidak memiliki keinginan menikah atau dia memiliki kelainan atau karena sakit yang mrngakibatkan hilangnya syahwat.
4. Hikmah dan Keutamaan disyariatkan Menikah
a. Menjaga kehormatan.

b. Menjaga pandangan.

c. Tercapai ketenangan dan ketentraman dalam mahligai rumah tangga.

d. Terjaga keturunan yang jelas nasabnya.

e. Sebagai benteng dari terjerumuskan ke dalam dosa zina.

f. Menuai banyak pahala.
 5. Adab- adab dalam Menikah
a. Mengikhlaskan niat dan tujuan karena Allah ta’ala.

b. Tidak menunda menikah ketika sudah mampu menikah.

d. Memilih pasangan dengan mengutamakan dari sisi agamanya.

e. Jangan mencampurkan ibadah menikah dengan sesuatu yang haram, seperti pacaran di dunia maya maupun nyata.

f. Dilarang bagi seorang muslin melamar wanita yang telah dilamar orang lain.

g. Memperbanyak ilmu yang berkaitan tentang hak dan kewajiban suami san istri.
_____
[Saya catat dengan ketidaksempurnaan sebagai seorang hamba Allah ta’ala]
Semoga bermanfaat.. ^^

اناستيو واتي

Solo, 08 Jumadal Ula 1438 Hijriyah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s