It’s not about Job, but Passion


Awalnya ketika saya masih kecil, sekecil keponakan pertama saya saat ini yang berusia 6 tahun, saya tak pernah mengerti mengapa menjadi guru disebut sebagai pekerjaan mulia.

Bahkan, baginya juga disematkan banyak tanda bakti dan dipandang tinggi kedudukannya.
Sampai takdir mengantarkan saya untuk menjadi pengajar dan pendidik sebenarnya saat mengajar adek- adek kecil TPA, anak- anak sekolah, serta mahasiswa- mahasiswa yang usianya tak terpaut jauh dari saya, serta takdir yang mengantarkan saya untuk membaca buku tentang pengalaman seorang pengajar di daerah pelosok dan tertinggal di Indonesia.
Menjadi pendidik sekaligus pengajar itu tak mudah. Ini bukan hanya sekedar urusan berkas kontrak dan berbagai teori materi saat menjadi mahasiswa.
Akan tetapi, lebih dari itu. Bagaimana kita harus memutar otak agar mereka yang di depan kita paham apa yang kita ajarkan; kemudian mengubah paradigma bahwa sebuah nilai dari suatu ujian bukanlah sebuah patokan utama dalam target ujian, tetapi nilai adalah statiska yang berkaitan tentang perjuangan dan kejujuran.
Menjadi seorang guru atau dosen bukan sebuah profesi, tetapi sebuah passion untuk belajar. Belajar menjadi insan yang lebih baik dan bermanfaat.
It’s not about teaching, it’s more about learning ❤
Pengalaman dan pengetahuan pun akan berkolaborasi dengan cinta. Dimana cinta akan membuat kita menikmati setiap prosesnya.

.

30 Dzulhijjah 1437 Hijriyah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s