It’s my LIFE

Alhamdulillah.. kata pertama yang saya tulis di awal tulisan saya ini.. ^^
Alhamdulillahi bini’matihi tatimusshalihat.

Tahun 2017 Masehi, tahun baru. Bulan Januari 2017. Alhamdulillah, saya masih dalam keadaan sehat.. ^^

Tahun 2016 dengan banyak lika- liku kehidupan sudah saya lalui. Saya bukan orang yang suka ikut-ikutan euforia tahun baru sebenarnya, tetapi untuk saat ini saya hanya ingin bercerita saja.. ^^

Well, mari flashback.. dimulai tahun 2016, bulan Januari, saya masih nungguin ACC Professor pembimbing tesis saya biar bisa sesegera mungkin ujian pendadaran tesis. Maklum saat itu saya dikejar pembayaran SPP dan masa beasiswa saya sudah waktunya habis, jadilah pontang- panting biar nggak bayar lagi. Mengingat selama S2, saya berazzam pada diri saya sendiri untuk tidak minta uang sepersen pun dari orang tua. Meskipun beasiswa telat cair, tetapi saya tidak mau minta uang ke beliau- beliau. Dan, meskipun uang di dompet tinggal kapiten Pattimura aja, saya mencoba menjelaskan kepada bapak ibu bahwa saya baik- baik saja di kota Yogyakarta dengan tidak kekurangan uang sedikit pun.. ^^ #senyum

Perjuangan menyelesaikan kuliah S2 di kampus bonafit di Yogyakarta memang tidaklah mudah. Menghadapi Proffesor pembimbing yang perfectionist, menghadapi ego diri sendiri yang tak kalah perfectionist dengan mengangkat penelitian tesis yang sulit dengan metode campuran (kuantitatif dan kualitatif), menghadapi kelelahan hari- hari yang sangat dimana saat itu selain menyelesaikan studi, saya pun harus mengajar di salah satu SMPIT di Yogyakarta dengan jarak yang lumayan jauh dari daerah kampus saya (sekitar 1 jam perjalanan), serta berbagai aktivitas lainnya, akhirnya membuat saya sangat kelelahan.

Kelelahan- kelelahan itu membuat berat badan saya menurun. Ditambah lagi pola makan saya tidak teratur. Sering tidak makan pagi. Makan siang pun terlewatkan. Eh, tetiba udah waktunya makan malam. Selain itu karena saya pun harus bolak balik Solo Yogyakarta untuk menyelesaikan penelitian, waktu istirahat pun berkurang. Tiap hari tidur hanya 1 sampai 2 jam. Mata jadilah menghitam. Beruntunglah saya memiliki sahabat- sahabat yang selalu perhatian kepada saya untuk mengingatkan saya waktu makan dan istirahat. Meskipun, saya hanya membalasnya dengan sebuah senyuman saja..hehehe.

Masuk bulan Februari, jadwal ujian pendadaran tesis saya keluar. Meskipun, keluar dari rencana saya dan target saya, dimana target ujian saya adalah bulan Januari, tetapi tak apalah, saya yakin Allah ta’ala memberikan hikmah yang besar kenapa ujian saya mundur sampai bulan Febriari 2016. Alhamdulillah, saya bersyukur.

Ujian tesis di bulan Februari 2016 dengan 4 penguji, saya benar- benar seperti telur yang didadar..hahaha. Teman- teman saya yang masuk di ruang sidang pun sampai pucat pasi melihat saya dibantai 4 penguji dengan bahasa Inggris karena memang tesis saya pakai bahasa Inggris dan ujian tesis memang juga pakai bahasa Inggris. So far, alhamdulilah.. para penguji puas dengan penelitian saya dan jawaban- jawaban yang saya lontarkan ketika ujian. Alhamdulillah, Allah ta’ala memudahkan.. ^^ 

Di hari itu pula, saya dinyatakan lulus S2. Well, tinggal nunggu nilainya sembari menyelesaikan revisi dan membereskan berkas- berkas yudisium.

Di bulan yang sama, saya diamanahi untuk menjadi moderator di kajian muslimah dengan dihadiri peserta sebanyak lebih dari 200 orang. Yang datang banyak karena pengisinya inspiratif yaitu ustadzah Azizah Ummu Yassir. Seneng banget bisa deketan sama beliau karena banyak sekali faedah yang saya dapat, masyaa Allah.. ^^

Kemudian bulan Maret 2016, saya diamanahi menjadi ketua di agenda kemuslimahan di Yogyakarta. Sembari menyelesaikan berkas- berkas yudisium dan wisuda, saya mencoba mencurahkan tenaga dan pikiran saya untuk event dakwah tersebut. Bolak balik Solo Yogyakarta, kemudian bolak balik kampus – wisma – SMPIT untuk mengajar anak- anak di sana. Rasanya wow sekali, masyaa Allah.. ^^ capai, tetapi karena diniatkan untuk Allah, jadinya rasa capai pun seperti hilang. Akan tetapi, sepertinya badan saya tidak bisa dibohongi. Kecapaian dan kelelahan itu akhirnya membuat saya mengalami kecelakaan kurang lebih sebanyak 3 kali selama bulan Maret sampai April 2016. Yang paling parah adalah kecelakaan yang terakhir yang membuat saya selama 1 pekan tidak bisa jalan, rasanya sakiiitt sekali, buat berdiri sholat saja serasa tidak sanggup. Alhamdulillah, teman- teman saya di wisma sangat perhatian kepada saya. Mereka membantu saya ketika saya sakit. Mereka pun merawat saya, masyaa Allah. Ukhibukunna fillah, yaa akhwati. Sakit kaki tersebut membuat sadar bahwa saya harus istirahat.. ^^

Di bulan Mei 2016, saya wisuda S2 ditemani bapak ibu, kakak- kakak saya, dan keponakan- keponakan saya.. ^^ masyaa Allah.

Di bulan Juni 2016 bertepatan dengan bulan Ramadhan 1437 Hijriyah. Qoddarulah di bulan Ramadhan itu saya sakit selama 10 hari karena kecapaian yang sangat selama bulan- bulan dan tahun- tahun sebelumnya yang sangat hectic. Bapak saya selama 10 hari itu selalu menemani saya. Tiap malam, beliau memijat kepala saya dan kaki saya. Kepala saya sakit sekali, pun dengan kaki saya. Dokter menyatakan bahwa saya sakit gejala DB dan kecapaian. Tidak parah. Tinggal istirahat cukup, nanti juga sembuh. Itu kata dokter spesialis penyakit dalam yang telah sangat lama kuliah kedokteran dan telah memeriksa saya. Tidak perlu rawat inap di RS juga, kata beliau.

Selama 10 hari itu pun saya tidak berpuasa karena sakit. Sholat pun harus dengan duduk karena berdiri tidak sanggup. Alhamdulillah, setelah 10 hari itu, saya pun sembuh.

Bulan Ramadhan 1437 Hijriyah sangat memberikan banyak faedah kepada saya. Di bulan itu saya jadi mengetahui betapa Allah sangat sayang kepada saya dengan memberikan saya sakit di bulan Ramadhan sehingga saya tahu arti hidup sebenarnya. Beberapa faedah yang bisa dijadikan pembelajaran dari segala peristiwa yang saya tuliskan maupun yang tidak saya tuliskan :

  1. Orang yang mencintaimu tidak akan mempermasalahkan sakitmu, mereka akan perduli padamu dan tidak akan mempermasalahkan itu. Apalagi sakit itu alhamdulillah hanya sakit ringan. Jika mereka perduli maka mereka akan langsung menjengukmu saat kamu sakit, bukan malah menanyakan obatnya apa, sakitnya bagaimana, rambut rontok apa nggak, minta difotoin hasil lab dan pertanyaan- pertanyaan yang bukan menunjukkan suatu perhatian, tetapi suatu keacuhan dan mencari alasan untuk meninggalkan.
  2. Orang yang mencintaimu akan memperjuangkanmu agar bisa bersamamu. Dia tidak akan menyerah dan yakin kepadamu. Kalau kata Tere Liye, “orang yang mencintaimu tidak akan meninggalkanmu, walau alien datang menyerang bumi”.. ^^
  3. Orang yang mencintaimu tidak akan berkata- kata tidak pantas kepadamu. Pun juga tidak akan melakukan perbuatan maupun melontarkan kata- kata yang bisa merendahkan harga dirimu.
  4. Orang yang mencintaimu tidak akan mencari- cari alasan untuk meninggalkanmu karena dia akan membersamaimu bagaimana pun sulitnya jalan yang harus dilalui.
  5. Faedah yang terakhir adalah walaupun perihnya dikhianti dan disakiti, kita hanya perlu mengetahui bahwa HIDUP HARUS TERUS BERLANJUT. Maka, kuatkan hati dan kuatkan diri. Mungkin di awal kita cukup berpura- pura kuat, tetapi yakinlah bahwa kepura-puraan itu akan melahirkan kekuatan untuk menjadi kuat sebenarnya juga.. ^^

Well, bulan Juli 2016, masyaa Allah ada hari Iedul Fitri. Hari raya ummat Islam. Bulan ini pula saya isi dengan banyak- banyak menata hati. Banyak- banyak tersenyum. Dan, banyak- banyak memotivasi diri agar selalu dalam keadaan positif.

Bulan- bulan selanjutnya, saya lebih dan lebih lagi memperbanyak mendekatkan diri kepada ILLAHI, beristighfar, lebih banyak menyenangkan hati orang tua, lebih banyak memeluk mereka, lebih banyak tersenyum, lebih banyak menghadiri majlis ilmu, lebih banyak memanfaatkan diri agar bisa lebih bermanfaat untuk agama Islam pada khususnya.

Alhamdulillah, selain sibuk diminta untuk membantu di kampus, saya sekarang sibuk dengan beberapa agenda dakwah. Masyaa Allah, Allah ta’ala pun akhirnya menggiring saya kuliah lagi di jenjang diploma untuk bahasa Arab dan studi Islam dengan pemahaman sesuai Shalafusshaleh. Bahasa pengantarnya kurang lebih 50% pakai bahasa Arab.

Mungkin ada yang bertanya- tanya, anak lulusan S2 kok malah ngambil kuliah diploma, kenapa? Jawabannya sederhana aja,  karena S2 saya itu di ilmu dunia, jadi untuk ilmu akherat saya, saya masih terus belajar. Saya berpikir, saya tidak hanya cukup untuk sekedar menghadiri majlis ilmu, tetapi juga harus benar- benar mendalami bahasa Arab, meskipun saya sebelumnya pun pernah belajar bahasa Arab, tetapi saya pikir bahasa Arab saya tidak lebih canggih dari bahasa Inggris saya.

Dari sekian keluarga saya yang mengetahui ketika saya mengambil kuliah bahasa Arab dan studi Islam, alhamdulillah yang paling mendukung adalah bapak saya.. ^^ beliau sangat mendukung dan saya pun sangat bahagia. Bapak, saya sangat tahu bahwa bapak sangat mencintai saya. Jazaakumullahu khayran untuk semuanya. Ukhibukafillah, bapak.. ^^

Pun ibu juga sangat mendukung saya. Betapa sungguh saya mencintai beliau. Ibu yang tak pernah menaikkan suara sedikit pun kepada saya. Sangat lembut hati beliau. Ukhibukifillah, ibu.. ^^

Sekarang saya mencoba agenda baru lagi. Menambah agenda kegiatan- kegiatan saya yang lain yang semoga bermanfaat dan barokah dari Allah ta’ala. Akhir tahun 2016, saya bersama sahabat saya memulai berbisnis. Kami tidak menggunakan sistem dropship, tetapi kami langsung membuat produk dengan brand sendiri.. ^^

Bismillah, modal nekat dengan modal seadanya. Dengan meniatkan untuk Allah, untuk dakwah Islam, untuk membantu orang lain (semoga nanti bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain pula), agar diri bisa semakin bermanfaat, semoga Allah memudahkan segalanya. Aamiin.. ^^

Terima kasih untuk semua pihak yang menginspirasi dan membantu. Kalian sangat berharga untuk saya. Jazaakumullahu khayran wa baarakallahufikum.

Terima kasih untuk orang- orang yang sudah menyakiti saya begitu dalam, mematahkan dan meremukkan hati saya. Dari kalian, saya semakin tahu bagaimana cara memperlakukan dan menghargai orang lain dengan lebih baik lagi.

Bismillahirrahmanirrahim.. tahun 2017 dan tahun- tahun berikutnya  akan lebih baik dari tahun- tahun sebelumnya. Aamiin yaa, Rabb.. ^^

Salam dari saya,

اناستيوواتي

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s