Semoga Dimudahkan yaa, ukhti… :)

Kemudahan apapun itu datangnya dari Allah ta’ala. Ketika Allah ta’ala menghendaki sesuatu itu tidak berjalan sesuai yang kita inginkan, maka sesuatu itu pun tidak akan berjalan seperti yang kita inginkan. Akan tetapi, ketika Allah ta’ala menghendaki sesuatu itu terjadi, maka akan terjadi pula, walaupun kita tidak menginginkan itu. Begitu pun dengan sebuah pernikahan.

Bagi saya, pernikahan adalah sebuah ibadah. Sangat sakral. Sangat penting. Sangat syahdu. Maka, tidak boleh dimulai dengan sesuatu yang haram dengan pacaran, walau pun pacaran itu terselubung sekalipun. Maksud pacaran terselubung adalah saling chat berdua melalui sms, telepon, saling menyemangati, saling bertemu nge-date walaupun dengan ditemani teman, saya rasa itu masih termasuk khalwat. Walau bertemunya ditemani teman, itu masih termasuk KHALWAT yang hukumnya HARAM karena teman tidak bisa menggantikan wali si perempuan. Bagi saya, itu peraturan agama yang tidak bisa dilanggar. Titik. Tidak pakai koma.

Di masa kini, dimana teknologi berkembang sangat pesat, pacaran pun berbuah bermacam-macam bentuk. Banyak orang bilang itu bukan pacaran, padahal itu pacaran yang di-HARAM-kan oleh agama. Yang namanya PACARAN AKAN TETAP HARAM WALAU TUJUANNYA MULIA SEKALIPUN, SEPERTI DENGAN TUJUAN PERNIKAHAN. Tulisan capslock dengan tanpa huruf kecil karena tidak bisa ditawar- tawar lagi.

Itu makna pernikahan bagi saya. Dan, saya tidak mau menawar dengan bentuk yang melanggar syariat.

Beberapa bulan ini saya mendapat kabar yang masyaa Allah, sangat membahagiakan bagi saya, yaitu kabar teman- teman saya yang akan menikah. Saya selalu mendokan untuk mereka, semoga semua dimudahkan sampai hari-H pernikahan. Sampai ijab qabul itu terucap. Saya selalu mendokan yang terbaik untuk mereka karena saya sungguh bahagia mendengar kabar bahagia itu.. : )
Ini memang bukan cerita pernikahan saya, tetapi saya cukup bahagia mendengar berita bahagia itu. Sungguh sangat bahagia.

Dalam doa yang lirih, saya mendoakan kemudahan pernikahan teman- teman saya. Pun, saya mendoakan untuk beberapa hajat untuk saya pribadi juga. 

Diriwayatkan dari Shahabat Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam pernah mengatakan dalam doanya,

اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا، وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ سَهْلًا إِذَا شِئْتَ

“Ya Allah…, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Dan Engkaulah yang menjadikan kesulitan ini mudah jika Engkau berkehendak”. [ HR. Ibnu Hibban di dalam “Shohihnya” no.974, Ibnus-Sunni di dalam “‘Amalul Yaum wal-Lailah” no.351, Al-Baihaqi di dalam “Ad-Da’awatul Kabir” no.266, Abu Nu’aim di dalam Akhbar Ashfahan (2/276) ]

Ditulis di kota Sukoharjo, Jawa Tengah

-04 Rabiulakhir 1438 Hijriyah-

Ummu Fawwaz @anawati33

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s