Jadilah Sebaik- baik Seorang Ibu: Merangkai Ikhtiar menjadi Sebaik-baik Ibu

Seorang perempuan itu mulia. Demikianlah Islam menjelaskan dalam syariat الله yang mulia. 
Ketika kecil, dia menjadi pembuka pintu surga bagi orang tuanya, ketika menjadi seorang istri, dia menjadi pintu pembuka kebaikan untuk suaminya agar selalu berada dalam kebaikan, dan ketika menjadi seorang ibu, dia menjadi pintu surga bagi anak-anaknya. Semuanya bisa dicapai dengan kesempurnaan agama Islam. Dengan menjalankan perintah الله dan menjauhi larangan-Nya, semuanya bisa dicapai. الله akan memuliakan seorang perempuan yang selalu menjaga syariat-Nya.

Menjadi seorang ibu bukanlah perkara mudah. Di pundaknyalah masa depan anaknya dipertaruhkan karena madrasah pertama ada di tangan ibunya.

Seorang ibu harus pintar agar anaknya nanti bisa pintar. Bukan hanya pandai dalam ilmu, tetapi juga berakhlak baik agar dia bisa mendidik anaknya dengan penuh hikmah dan kasih sayang. Maka, selagi masih sendiri, jangan lupa untuk terus menuntut ilmu. Bukan hanya ilmu dunia, tetapi juga ilmu akherat. Tak mungkin kan, seorang ibu akan mengajari anak balitanya dengan ilmu dunia di awal masa pertumbuhannya karena kali pertama yang harus ditanamkan kepada anaknya adalah ilmu al-Qur’an dan agama Islam agar anak nanti memiliki dasar agama yang baik dalam membedakan mana yang baik dan buruk.

Selanjutnya, seorang calon ibu harus bisa menjaga diri. Penjagaan iffah dan izzah inilah titik termulia seorang perempuan. Tanpa penjagaan yang baik akan iffah dab izzahnya maka runtuhlah kemuliaannya. Seorang perempuan harus kokoh pendirian untuk tidak bermudah- mudah berinteraksi dengan lawan jenis meski hanya lewat sms atau telepon. Pun, dia harus menjaga diri untuk tidak berkhalwat dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Dia akan menolak untuk bertemu seseorang yang bukan mahramnya, meski dia ditemani temannya saat bertemu non-mahram tersebut karena temannya bukan wali sang perempuan. Meskipun banyak godaan, tetapi harus kokoh bakoh untuk memegangnya.

Selanjutnya, seorang calon ibu sebelum menjadi ibu harus memilihkan ayah untuk anaknya yang sholeh yang takut kepada الله, yang tidak bermudah- mudahan dalam interaksi dengan non-mahram,  yang tidak meremehkan syariat الله, dan yang pasti yang harus berbakti kepada ayah ibunya pun yang menghargai orang tua sang perempuan. Dia pun harus punya idealis untuk menjaga dirinya sendiri dan menjaga keluarganya dari api meraka. Calon ayah yang baik adalah yang konsisten dalam bersikap, ini terlihat dari bagaimana dia bersikap dan berbicara apakah konsisten atau tidak. Jika tidak konsisten maka perlu dipertanyakan.

Nasehat di atas, saya tulis untuk saya pribadi pada khususnya. Tulisan yang sebagai pengingat di kala lupa.

Jika nanti kita menjadi seorang istri, maka jangan lupa untuk memuliakan orang tua kita, baik ibu dan ayah kita sendiri, maupun ibu dan ayah suami. Seorang istri yang baik adalah seorang istri yang akan mengingatkan suaminya untuk berbakti kepada ibu dan ayahnya. Seorang istri yang baik adalah yang memuliakan ayah dari anak-anaknya.

Berikut adalah faedah dari ustadz Armen Halim Naro rahimahullahu ta’ala. Sungguh, sangat saya suka faedah berikut.

Duhai ibunda..
Pintu mana lagi yang kiranya bisa terbuka, seandainya pintumu telah tertutup?

Jalan mana lagi yang bisa ditempuh jika jalanmu sudah tak terhampar?

Satu tetes air mata kesedihanmu adalah lautan neraka bagiku,

Siapa pula yang tahan dengan adzab neraka wahai ibunda?

Satu kata doa laknat dari bibirmu, sama halnya dengan hancurnya seluruh duniaku.
Tak ada lagi guna semua kehebatan, yang ada hanyalah kealpaan.

Duhai ibu.. Pintu mana lagi yang bisa terbuka, jika seandainya pintumu telah tertutup?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s