Hidayah itu Milik الله

Hidayah itu milik Allah ta’ala. Seberapa kuat, kita ingin mengubah orang, kita tidak akan mampu tanpa pertolongan Allah ta’ala.
Begitu pun diri saya sendiri, tanpa hidayah dari Allah ta’ala. Maka, mustahil saya bisa taat akan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Serta, tak akan mungkin saya bisa beribadah sesuai apa yang diajarkan Rasulullah, tanpa hidayah-Nya.

Saya adalah anak dari hamba- hamba Allah dan adik dari hamba- hamba Allah. Pertama kali mengenal sunnah ketika SMA. Sunnah di sini maksudnya adalah jalan yang lurus yang telah diajarkan Rasulullah kepada kaumnya.

Takdir Allah yang menggiring saya mengenal sunnah lebih jauh. Sejak diterima di SMA favorit di kota saya, kemudian keluar dari team paskibraka di sekolah (karena tidak diperbolehkan berjilbab), dan kemudian keluar dari seleksi OSIS SMA, akhirnya saya pun masuk ke organisasi Kerohanian Islam SMA. Bermodalkan ilmu Islam yang ala kadarnya dan jilbab yang saya pakai waktu itu masih ala kadarnya pula (red: masih kecil), saya pun mendaftarkan diri menjadi anggota baru. Rasa takjub kepada kakak- kakak kelas yang masyaa Allah cantik paras dan hatinya membuat saya semakin bahagia dengan pilihan saya masuk Rohis SMA.

Di Rohis kami, ikhwan akhwat disekat dengan tembok jika ingin syura (rapat) agar tidak menimbulkan fitnah. Kami tidak pernah saling interaksi langsung, pun juga lewat media sosial atau telepon. Bahkan, saya tidak pernah melihat wajah- wajah para ikhwan di Rohis karena ketika di sekolah saya lebih sering menunduk ketika berjalan.

Sungguh, di SMA, saya belajar banyak hal. Belajar tentang bagaimana mengejar prestasi dengan orang- orang yang berprestasi lainnya. Belajar tentang ilmu agama Islam di Rohis dengan para asatidz saat kajian. Belajar tentang adab dan akhlak kepada para kakak- kakak di Rohis. Sungguh, itu sangat membahagiakan.

Ketika lulus SMA, saya sempat menangis karena akan berpisah dengan teman- teman yang semangat menimba ilmu agama. Entah, rasa itu muncul karena takut ketika di kuliah nanti, saya tidak bisa menemukan teman- teman seperti mereka.

Sampai sekarang, saya merasa sungguh bahagia karena Allah ta’ala menunjukkan jalan kepada saya sedemikian rupa. Tanpa harus tersesat dahulu, saya sudah dikenalkan Allah dengan sunnah sejak SMA. Bertemu dengan teman- teman sholehah yang membawa perubahan dalam diri saya.

Dalam al-Qur’an, Allah menjelaskan bahwa hidayah taufik hanya milik Allah. Bahkan, Rasulullah pun tidak bisa memberikan hidayah kepada orang yang beliau cintai sekalipun.

Allah berfirman yang artinya, “sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya dan Allah lebih mengetahui orang- orang yang mau menerima petunjuk”. (QS. Al Qashash 56).

[Ditulis di bumi Allah ta’ala dengan mengharap pahala dari-Nya dan semoga tulisan ini bermanfaat. Aamiin..]

~16 November 2016~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s