Jangan Mengetuk Hati Wanita Jika …

Jika engkau laki- laki, maka saya akan memberitahukan beberapa hal.

Pertama, jika engkau ingin melakukan ta’aruf. Maka, yakinkan dirimu bahwa engkau memang serius ingin menikah bukan untuk coba- coba, hanya ingin melihat seorang akhwat, atau sekedar hanya ingin bermain- main. Karena bagi seorang akhwat yang menjaga dirinya, pasti akan sangat tidak mudah untuk memulai ta’aruf kalau memang itu tidak serius untuk menikah. Dan, baginya, menikah aadalah ibadah. Maka, dia akan berhati- hati, sangat berhati- hati untuk memulai ta’aruf dengan seorang ikhwan. Bahkan, untuk memberitahukan nama pun itu sangat penuh pertimbangan. Kenapa? Karena akhwat yang menjaga, dia ingin tersembunyi, tidak ingin diketahui orang lain, dan inilah salah satu untuk menjaga kemuliaan seorang akhwat.

Kedua, jika setelah ta’aruf syar’i kemudian kamu ingin nadzor dengan akhwat tersebut. Maka, tanyakan pada dirimu bahwa kamu benar- benar sudah yakin padanya untuk menerima sebagai calon istrimu. Kenapa? Karena bagi seorang akhwat yang menjaga dirinya, dia sangat tidak mudah untuk mengizinkan orang lain melihat wajahnya. Jika memang engkau tidak yakin untuk menerimanya, maka jangan melakukan nadzor dengan akhwat tersebut. Kalau engkau tidak yakin dengannya kemudian engkau masih saja nadzor dengannya bersama walinya, itu berarti engkau telah memecahkan hatinya. Hati- hatilah, wahai ikhwan.. perlakukan akhwat dengan baik.

Ketiga, ketika engkau memang tidak serius dengannya atau memang keluargamu tidak serius dengan akhwat tersebut. Maka, jangan mengkhitbah seorang akhwat tersebut. Engkau harus mengetahui bahwa akhwat yang menjaga diri itu beda dengan akhwat yang engkau bilang cantik tetapi bisa dilihat dimana saja. Akhwat tersebut menjaga dirinya selama ini untuk suaminya. Dan, ketika engkau main- main dengan perasaannya dengan mencoba mengkhitbahnya, tetapi kemudian engkau berencana untuk melepaskan. Itu berarti engkau meremuk hatinya, bukan hanya ingin memecahkan hatinya, tetapi meremuk hatinya. Dan, engkau harus tahu, ikhwan… ketika engkau meremuk hatinya, maka si akhwat butuh berbulan- bulan untuk mengumpulkan remukan- remukan hati tersebut dan menyatukannya lagi. Apakah kamu bisa membayangkan bagaimana caranya mengumpulkan remukan- remukan hati tersebut kemudian menyatukan kembali? Apakah kamu bisa membayangkan bagaimana sulitnya itu? Dan, kira- kira bisa membayangkan tidak berapa lama si akhwat tersebut harus memulihkan hatinya itu?

Jangan kira apa- apa yang kamu lakukan tidak ada balasannya. Ketahuilah bahwa الله akan membalas setiap keburukan pun kebaikan yang dilakukan.

Perlakukan seorang akhwat dengan baik. Jangan coba- coba mempermainkannya. Jangan coba- coba..

~06 Safar 1438 Hijriyah~

Ditulis di tengah malam yang tenang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s