Sebuah Obat dari Luka

Luka di hati itu sulit sembuh. Butuh waktu dan tekad yang kuat untuk sembuh.

Menata hati dan menata diri.

Setiap hal yang menimpaku. Aku harus berkhusnudzan atas rasa sakit, kekecewaan yang datang. Pasti itulah ketetapan Allah ta’ala yang terbaik.

Dengan hal itu maka aku ingin memperbaiki diri lagi. Dia ingin aku kembali bergantung semata-mata hanya padaNya. Laa hawla walaa quwwata illa billah.

Menggantunggakan harapan pada manusia akan membuat kecewa, maka jangan percaya akan komitmen-komitmen manusia. Komitmen tanpa perjuangan hanyalah kosong.

Allah ta’ala ingin mengajarkan lagi pada hambaNya arti berserah diri dan tawakkal karena tanpa ujian dan cobaan, manusia akan lalai dan lupa. Maka, nikmat Allah ta’ala yang manakah yang kita dustakan?

#nasehat untukku🙂

~28 Muharram 1438 Hijriyah~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s