Dunia adalah Tempat Beribadah dan Akherat adalah Tempat Kembali

colorful-hearts-illustration-photo-photography-Favim.com-54224Tujuan Allah Ta’ala menciptakan manusia hanyalah untuk beribadah kepada- Nya. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam ayat al-Qur’an. Maka, beribadah kepada Allah Ta’ala di dunia ini adalah cita- cita dan tujuan seorang muslim, termasuk saya dan Anda.

Dan memangbenarpernyataanberikut

dunia adalah negeri cobaan dan akherat adalah hari pembalasan, sementara kematian adalah pemisah antara keduanya.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

“Mahasuci Allah yang di tangan-Nya (segala kerajaan), dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun”. (QS. Al-Mulk: 1-2)

Hakekatnya ibadah memiliki makna luas, bukan hanya terbatasi dengan makna sholat, puasa, zakat, maupun haji. Oleh karena itu, para ulama mendefinisikan ibadah dengan,

“sebutan yang mencakup segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah; dari perkataan, dan perbuatan batin maupun lahir” (Al-Ubudiyah karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, hal. 38)

Adapun ibadah tidak dapat direalisasikan, kecuali dengan dua syarat:

  • Pertama, dikerjakan hanya karena Allah Ta’ala.
  • Kedua, dikerjakan sesuai yang diajarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam (ittiba’)

Poin pertama ini mungkin terlihat mudah, tetapi seorang muslim haruslah memiliki ilmu tauhid untuk melakukannya sehingga ketika seorang muslim ingin mempelajari agama Islam, poin inilah yang sebaiknya dipelajari untuk kali pertamanya sehingga niatan kita dalam beribadah tidak keluar dari jalur yang benar, yaitu lillahita’ala.

Kemudian, poin kedua tersebut merupakan poin yang berjalan beriringan dengan poin di atas sehingga seorang muslim harusnya mempelajari pula sunnah Rasulullah. Yang dimaksud “sunnah” (pada konteks ini) adalah jalan yang telah ditempuh oleh Rasulullah dan para sahabatnya. Jangan sampai kita mengada- adakan suatu peribadatan tanpa suatu contoh dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam karena ibadah yang diada-adakan otomatis akan tertolak (tidak diterima oleh Allah Ta’ala).

Semoga Allah Ta’ala memberi kita semua kemudahan, waktu, dan kesempatan dalam mendalami agama yang haq ini, yaitu agama Islam. Aamiin..

-Pogung Dalangan, Yogyakarta-

di tengah menyelesaikan tugas akhir kuliah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s