Sebuah Pertanyaan

white roses

Tetiba ada teman yang menanyakan kepada saya, “Kamu lebih suka dicintai atau mencintai?”. Pertanyaan yang singkat, tetapi cukup susah untuk dijawab. Keduanya merupakan pilihan yang tidak bisa diindahkan, saya yakin bahwa setiap orang ingin orang yang dicintainya itu bakal mencintainya juga. Intinya adalah setiap orang ingin cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.

Sebuah pertanyaan yang tetiba meluncur bak anak busur melesat ke telinga saya yang menanyakan tentang cinta.

Baiklah, di sini saya akan mencoba menjawabnya, bahwa saya mencintai seseorang yang mencintai Allah Ta’ala dan jika dia mencintai saya, semoga dia mencintai saya karena Allah Ta’ala, bukan karena apapun, dan memang demikian yang saya harapkan. Dengan cinta inilah semoga saya dan kita semua akan mendapatkan manisnya iman dalam hati.

Teringat sebuah hadits yang sangat indah, yaitu sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ”Ada tiga perkara yang apabila terdapat pada diri seseorang, maka dia akan mendapatkan manisnya iman. Yaitu, dia lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada selain keduanya. Dia mencintai seseorang dan dia tidak mencintainya melainkan karena Allah. Dia enggan kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya dari kekufuran itu, sebagaimana dia enggan untuk dilemparkan ke dalam neraka” (HR. Bukhari dan Muslim).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s