Perempuan itu…..

flowerSatu kata yang tepat menggambarkan seorang wanita adalah complicated sehingga jika seorang pemuda ingin menikahi seorang wanita paling tidak harus belajar mengenai fiqih wanita terlebih dahulu. Kalau kata ustadz Abduh Tuasikal hafidzahullah, fiqih wanita itu rumit jadi harus dipelajari mulai dari sekarang.

Pada dasarnya, tipe perempuan sangat banyak sekali macamnya, di sini saya akan mencoba menjabarkan tipe- tipe perempuan dari observasi partisipan yang saya lakukan secara informal dan secara random di tempat tinggal saya saat ini di Yogyakarta. Yang pertama, ada tipe seorang perempuan yang ingin mendapatkan tanggapan yang simpatik dari orang lain, khususnya jika dia sedang berlebih dalam emosinya, entah saat sedih, bahagia, maupun saat marah. Saya pribadi sebagai seorang perempuan sering kali bingung bagaimana cara menghadapinya karena perubahan emosionalnya sangat cepat. Kadang kala dia tetiba marah tanpa sebab, kadang kala dia manja minta ampun, dan kadang kala dia uring- uringan nggak jelas..hehe. Setelah lebih dari satu tahun tinggal satu atap dengannya akhirnya saya mengetahui mengapa itu terjadi. Memahami tipe perempuan seperti ini dirasa sangatlah perlu agar nantinya dalam berinteraksi tidak salah langkah, tidak salah berucap, dan tidak salah laku.

Mengapa? Karena bisa saja dia tetiba marah hanya karena suatu hal yang sepele yang sebenarnya hal tersebut tidak perlu dibesar- besarkan. Misalkan, suatu ketika kawan saya bertanya padanya dengan sangat sopan dan pelan yaitu ‘jam berapa mau pulang ke wisma’, dimana pertanyaan ini sebenarnya sangat wajar dan biasa mengingat peraturan di wisma adalah seorang perempuan tidak boleh keluar rumah ba’da Maghrib tanpa alasan yang syar’i, tetapi ternyata tanggapannya di luar dugaan, pertanyaan itu membuatnya marah sehingga dia mengungkit- ngungkit hal itu dalam suatu kesempatan. Maka, jangan heran ketika saya memilih untuk diam dan tersenyum ketika dia sedang melakukan suatu kesalahan, kemudian mencoba mengingatkan pelan- pelan, dan jika sudah diingatkan pelan- pelan, tetapi dia masih tetap tak mau menerima, ya sudah….kewajiban kita hanyalah mengingatkan selebihnya sudah bukan urusan kita lagi. Kemudian ketika dia manja sekali dengan kita, awalnya saya sangat menanggapinya, tetapi setelah sejalannya waktu saya mencoba untuk biasa saja yaitu dengan menanggapinya dengan wajar, cukup sambil tersenyum misalnya, agar dia bisa lebih dewasa lagi dalam bersikap dan dia tidak semakin manja. Selain itu, yang sangat perlu dilakukan adalah mencoba untuk selalu mengalah dengan menyampaikan maaf sesering mungkin, walaupun kita tidak salah, tentunya tanpa harus mengemis maafnya.

strawberry

Selanjutnya ada tipe perempuan yang sedikit lebih dewasa dari tipe di atas yaitu perempuan yang bisa mengontrol emosinya, walaupun dia dalam keadaan uring- uringan sekalipun. Walaupun, tidak pula menutup kemungkinan tetiba dia bisa saja diam tanpa kata. Diamnya ini biasanya dilakukan untuk mengontrol emosinya agar tidak terlalu berlebihan dalam bersikap karena dia tidak mau mengekspresikan setiap hal dalam perasaannya. Maka, ketika menemui perempuan seperti ini usahakan untuk tetap tenang dan jangan terlalu banyak menanyakan berbagai hal kepadanya, berikan dia sedikit waktu untuk dirinya sendiri dalam menyelesaikan setiap urusannya yang ingin dia selesaikan. Tenang saja, biasanya tipe wanita seperti ini hanya butuh kita untuk mengertinya dalam diam kita, memberikan waktu agar tenang, dan ketika dia sudah tenang serta sudah mau berbagi apa yang dia rasa, barulah kita turun sebagai sahabat yang mencoba untuk mengertinya. Biasanya perempuan seperti ini, dia tidak mau membuat susah orang- orang di sekitarnya dengan masalahnya karena yang diperlukan hanyalah waktu untuk menstabilkan perasaannya.

karena

Membicarakan tentang perempuan maka sebenarnya sangat lebih rumit dari hal- hal yang telah dijabarkan di atas karena saya saja sebagai perempuan, kadang kala tidak bisa langsung mengerti karakter mereka, harus menelaah terlebih dahulu. Yang hakekatnya, mencoba memahami orang lain itu adalah suatu seni yang belajarnya sepanjang waktu, mencoba memahami orang lain itu adalah suatu proses yang tidak bisa dilakukan sehari dua hari, tetapi berhari- hari. Maka, selayaknya ketika kita ingin mengetahui karakter orang lain, sebaiknya menanyakan kepada orang- orang yang pernah tinggal lama dengannya dalam satu rumah, misalnya teman sewismanya, yang tentunya orang tersebut haruslah yang terpercaya, bukan teman yang buruk akhlaknya yaitu yang terlalu menjunjungnya secara berlebihan, ataupun yang suka menjelek- jelekkannya secara berlebihan.

Dengan rumitnya perangai seorang perempuannya inilah maka selayaknya siapapun yang nantinya yang akan menjadi suaminya, haruslah bersabar dan menunjukkan sikap lemah lembut pada istrinya. Maka, benar sekali apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bahwa, “Orang yang paling sempurna diantara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik- baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri- istrinya ” (yang diriwayatkan oleh at- Thirmidzi no. 1162, Ibnu Majah no. 1987, dan dishahihkan oleh Syaikh al- Albani).

Beliau juga bersabda,”Sebaik- baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan akulah yang paling baik diantara kalian dalam bermuamalah dengan keluargaku” (Riwayat at- Tirmidzi no. 3895, Ibnu Majah no. 1977, dishahihkan oleh Syaikh al- Albani).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْمَرْأَةََ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ, لَنْ تَسْتَقِيْمَ لَكَ عَلَى طَرِيْقَةٍ, فَإِنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اِسْتَمْتَعْتَ بِهَا وَفِيْهَا عِوَجٌ, وَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهَا كَسَرْتَهَا وَكَسْرُهَا طَلاَقُهَا

“Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk, ia tidak bisa lurus untukmu di atas satu jalan. Bila engkau ingin bernikmat-nikmat dengannya maka engkau bisa bernikmat-nikmat dengannya namun padanya ada kebengkokan. Jika engkau memaksa untuk meluruskannya, engkau akan memecahkannya. Dan pecahnya adalah talaknya.”(HR. Muslim)

Maka, berhati- hatilah padanya. Jika seorang ayah atau seorang suami ingin meluruskannya maka lakukanlah dengan lemah lembut.

-Pogung Dalangan, Yogyakarta-

di sela- sela mengerjakan tugas akhir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s