Ketika Nikmat Sehat itu Dicabut

1380311_742072422476656_125752456_n

Nikmat yang sering kali dilupakan kebanyakan orang adalah nikmat sehat dan waktu luang. Dan itu memang benar adanya.

Kebanyakan orang baru sadar bahwa nikmat sehat dan waktu luang sangat berharga ketika nikmat itu dicabut oleh Allah Ta’ala. Begitu pun mungkin diri ini juga tidak luput dari lalai akan dua nikmat tersebut, astaghfirullah.

Akan tetapi, ketika nikmat itu sedang dicabut, kita sebagai seorang muslim haruslah tetap bersyukur karena setiap sakit yang kita rasakan bisa jadi adalah penghapus dosa- dosa kita yang mungkin saja tidak hilang tanpa Allah Ta’ala membantu kita dengan memberika penyakit tersebut. Itulah salah satu hikmah doa kepada orang sakit, yaitu “Laa ba’sa thohuurun, Insyaa Allah”.

Berikut ada beberapa tips yang bisa dilakukan, semoga bermanfaat🙂

  • Ketika sakit, tetaplah berpikir positif. Jangan berpikiran negatif tentang penyakit tersebut karena apa yang kita pikirkan hakikatnya sangat berpengaruh sekali dengan keadaan kesehatan kita. Berbaik sangkalah pada Allah Ta’ala bahwa pasti ada hikmah dibalik sakit yang sedang diderita tersebut, seperti yang telah dijelaskan oleh Rasulullah bahwa “Tidaklah seorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah gulanaan hingga duri yang menusuknya melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya” (HR. Bukhari).

    Ibnu Qayyim berkata, “Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan urusanNya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah. Namun akal kita sangat terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia dibawah sinar matahari. Dan ini pun hanya kira-kira, yang sebenarnya tentu lebih dari sekedar gambaran ini”.

  • Berdoalah kepada Allah Ta’ala untuk memberikan kesabaran dalam menghadapi penyakit yang sedang diderita. Bersabarlah karena sesungguhnya sabar itu pada pukulan pertama, seperti yang telah dijelaskan oleh Rasullullah yang disebutkan dalam salah satu hadits shahih. Serta serdoalah kepada Allah Ta’ala untuk kesembuhan penyakit tersebut.
  • Berusahalah untuk sembuh, maksudnya lakukan berbagai cara yang halal untuk kesembuhan penyakit itu, misalnya berobat ke dokter, dan ketika dokter, misalnya, mengatakan bahwa dengan minum obat bisa mengurangi rasa sakit kita atau bahkan bisa menyembuhkan kita dengan pertolongan oleh Allah Ta’ala, maka berusahalah untuk mengkonsumsinya meski terasa pahit ketika menelan obat itu. Atau bahkan ketika kita diharuskan untuk makan dan kita merasa kesakitan di bagian anggota badan kita, maka cobalah untuk memasukkan makanan ke dalam mulut kita. Cobalah untuk melupakan rasa sakit itu, cobalah untuk melupakan pahitnya obat itu.
  • Jangan lupa pula untuk membersihkan hati dari hal- hal yang dilarang Allah Ta’ala.

    Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Qayyim radiallahuanhu:

    “Hati dan ruh bisa mengambil manfaat dari penderitaan dan penyakit yang merupakan urusan yang tidak bisa dirasakan kecuali jika di dalamnya ada kehidupan. Kebersihan hati dan ruh tergantung kepada penderitaan badan dan kesulitannya.” (Tuhfatul Mariidh hal 25)

  • Kemudian yang terakhir adalah bertawakal kepada Allah Ta’ala.

Semoga tulisan ini bermanfaat yaa.. khususnya untuk diri penulis pribadi..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s