Pada Suatu Hari

let it flow

Pekan kemarin, tepatnya 2-6 Maret 2015, saya meyakinkan diri saya bahwa instrumen penelitian tesis saya akan kelar sebelum pulang ke Solo tanggal 6 Maret 2015, meskipun kenyataannya sampai sekarang belum juga kelar. Dan benar saja, di situ saya merasa sedih.

Ceritanya, pekan lalu… beberapa hari, sudah saya habiskan untuk berusaha membangun semangat diri untuk menyelesaikan tugas akhir di perpustakaan, bisa dibilang seperti pengunjung- pengunjung perpustakaan yang lain yang juga sedang sibuk dengan tugas mereka sendiri- sendiri. Meski belum jua kelar, hari Jumโ€™at pagi setelah menghadiri kajian ustadz Aris tentang Fiqh Ta’amul Bainaz Zaujain (Fiqh pergaulan suami istri) di Masjid Sendowo, saya mantapkan hati untuk pulang ke Solo, rencananya selain mengunjungi keluarga besar saya di Solo juga menghadiri pernikahan teman saya di Pascasarjana yang juga merupakan anak Solo. Mengingat menghadiri undangan kan salah satu kewajiban yang harus ditunaikan.

Untuk kali ini, saya memutuskan naik kereta dari Yogyakarta ke Solo agar lebih efektif energi dan tidak capai. Pagi hari diantar sahabat saya ke stasiun lempuyangan, dengan hati gembira ditemani beberapa barang titipan kakak dan kado teman- teman saya di wisma untuk teman saya yang akan menikah tersebut, tak lupa saya bawakan juga kado untuk calon mempelai beberapa buah buku agar bermanfaat untuknya.

**********

Kemana pun perginya, naik kendaraan umum memang pilihan yang pas. Sungguh menyenangkan memang ketika bepergian naik transportasi umum, kita bisa kenal orang- orang baru, tinggal agak cerewet saja, jadilah orang yang baru dikenal bisa sangat nyambung saat berinteraksi, seperti saat itu, saya dengan akrabnya ngobrol dengan seorang ibu yang membicarakan tentang keluarganya yang sebenarnya saya sendiri juga kurang paham..hahaha… tetapi yang penting menjadi pendengar baik sambil pasang muka senyum, pasti lawan bicara kia sudah seneng..hehehe

=========================================

Aktivitas pun berlanjut di rumah. Kemudian pada pukul setengah tujuh malam, saya menjemput sahabat saya untuk menemani saya menghadiri walimatul ursi teman saya tersebut. Seperti kebiasaan jomblo yang lain, ketika ingin mendatangi suatu undangan pernikahan, daripada ngajak orang yang bukan mahrom kita, mending ngajak sahabat kita sendiri yang mahrom (ya karena sama- sama perempuan). Jomblo keren tuh memang kayak gini…hahaha… ngajak sahabat mahrom, bukan ngajak pacar non-mahrom.

kadoHujan mengguyur kota Solo saat itu. Karena terburu- buru, malam itu saya pun mengendarai motor saya dengan kecepatan cukup tinggi hingga saya tidak sadar bahwa kado yang saya gantung di motor jatuh entah dimana, astaghfiullah. Sudah saya cari- cari tetapi tidak ada juga. Tidak itu saja, malam itu pun saya tersesat arah, mengingat kalau malam hari memang saya sedikit buta arah, tetapi alhamdulillah akhirnya sampai juga walau tanpa membawa kado apapun karena hilang.

Dengan memakai baju warna ungu muda dengan jilbab yang menjuntai lebar, saya melewati segerombolan orang yang menatap saya agak aneh mungkin, mengingat di pesta pernikahan seperti itu biasanya orang- orang memakai baju yang aduhai, tetapi saya memakai baju yang panjang dengan jilbab yang menjuntai. Ah, tetapi saya tidak memikirkannya, enjoy saja..hehe.. malahan yang saya pikirkan adalah dimana sebenarnya kado- kado itu hilang.

Pesta yang sepertinya memakan banyak biaya itupun tidak membuat saya tertarik, saya lebih tertarik dengan pembicaraan dengan teman saya yang saya ajak di pesta pernikahan tersebut. Dengan tidak menunggu sesi foto- foto, saya memutuskan untuk berpamitan pulang kepada kedua mempelai dan keluarga mereka.

malam Pukul sembilan malam, saya menyusuri jalan kota Solo yang tak biasanya, sangat lengang saat itu, mungkin karena banyak kasus tentang begal di jalan jadi banyak orang yang tak mau berpergian malam- malam, tetapi entahlah.

Sepanjang jalan, saya masih berusaha mencari kalau- kalau ada kado yang jatuh. Akan tetapi, hasilnya tetap nihil. Saya pun melanjutkan perjalanan untuk mengantar teman saya pulang ke rumahnya terlebih dahulu sebelum saya pulang ke rumah. Sesaat setelah mengantar pulang teman, saya lanjutkan perjalanan pulang ke rumah, tetapi apakah kalian tahu apa yang terjadi ketika sampai rumah?๐Ÿ˜ฆ pagar rumah tertutup beserta pintu depan terkunci, ketika saya pangil- pangggil, tak ada yang menyahut dan mendengar untuk membukakan pintu. Beberapa puluh menit, saya habiskan di depan rumah untuk menunggu. Karena malam semakin larut, saya putuskan untuk mengirim sms kepada teman yang saya ajak ke pesta pernikahan tadi. Alhamdulillah, dia belum tidur. Akhirnya untuk malam itu, saya putuskan menginap di rumahnya. Hal ini ibarat seorang malang yang tak punya rumah yang akhirnya kebingungan mau tidur dimana, ya mungkin kalimat yang pas adalah โ€œsi bungsu yang malangโ€.

=========================================

Esok paginya, hari Sabtu, saya putuskan balik ke Yogyakarta karena masih ada kewajiban mengajar di suatu sekolah di Yogyakarta. Dengan sedikit peluh lelah, saya tinggalkan Solo kemudian balik ke Yogyakarta dengan terlebih dahulu berpamitan dengan keluarga di Solo.

Alhamdulillah, hari Sabtu itu juga saya putuskan untuk menginap di Pondok Jamillurrahman agar bisa mengikuti kajian ust. Yazid di malam harinya, mengingat hari Ahad saya tidak bisa menghadiri kajian ust. Yazid di Masjid Agung Sleman karena harus mengajar di sekolah.

Hari itu, Ahad 8 Maret 2015, serasa hari yang melelahkan, entah kenapa, padahal sebenarnya tidak terlalu sibuk juga. Setelah mengajar, saya ingin cepat balik ke wisma agar bisa mengikuti Kampus Tahfidz. Qodarullah, ketika di jalan saya malah terjatuh, mengalami kecelakaan seorang diri di jalan. Motor lecet- lecet, rantai motor putus, dan badan saya pun memar. Meski demikian, saya masih diselamatkan oleh Allah Taโ€™ala dan akhirnya bisa pulang sendirian ke wisma dengan sepeda motor, meski harus berjalan pelan- pelan.

cantikMasyaa Allah, beberapa hari yang memiliki banyak cerita. Cerita sedih, cerita lucu, dan cerita bahagia. Cerita sedih ketika kado yang harganya -+ 100 ribu hilang entah kemana, ditambah pula kado kawan yang juga hilang, astaghfirullah. Semoga yang menemukannya bisa memanfaatkannya. Aamiin.. Begitu pula ketika kecelakaan yang saya alami seorang diri di jalan perempatan jalan raya. Duh, malu plus sakit sangat.

Cerita lucu, ketika saya terkunci di luar rumah karena orang rumah sudah tertidur lelap ketika saya pulang dan tidak mendengar saya pulang, yang akhirnya mengantarkan saya tidur di rumah teman.

Dan, cerita bahagia ketika bisa menghadiri majlis ilmu ust. Yazid di pondok Jamillurrahman, serta bisa menginap semalam di sebuah pondok akhwat di sana. Belajar qonaโ€™ah dan semangat menuntut ilmu dien dari mereka, masyaa Allah.

Hidup memang selalu diliputi dengan berbagai cerita, entah kita suka atau tidak, yang pastinya semua cerita tersebut pasti memiliki hikmah. Yang penting kita bersabar akannya. Mungkin kali pertama kita tidak mengetahui hikmah di balik peristiwa itu, tetapi yakinlah bahwa Allah selalu mengatur urusan kita dengan luar biasa.

=========================================

Ibnul Qayyim Al- Jauziyah pernah berkata, โ€œAndaikan kamu mengetahui bagaimana Allah Taโ€™ala mengatur urusan hidupmu, pasti hatimu akan meleleh karena cinta kepada- Nyaโ€.

Mari kita renungkan nasehat berikut ini:

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุญูŽุจูŽู‘ ู‚ูŽูˆู’ู…ู‹ุง ุงุจู’ุชูŽู„ุงูŽู‡ูู…ู’ ููŽู…ูŽู†ู’ ุฑูŽุถููŠูŽ ููŽู„ูŽู‡ู ุงู„ุฑูู‘ุถูŽุง ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุณูŽุฎูุทูŽ ููŽู„ูŽู‡ู ุงู„ุณูŽู‘ุฎูŽุทู

โ€œSesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Barang siapa yang ridho (terhadap ujian tersebut) maka baginya ridho Allah dan barang siapa yang marah (terhadap ujian tersebut) maka baginya murka-Nya.โ€ (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah At Tirmidzi berkata bahwa hadits ini Hasan Ghorib)

Dari Mushโ€™ab bin Saโ€™id (seorang tabiโ€™in) dari ayahnya berkata,

ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽู‰ูู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุฃูŽุดูŽุฏูู‘ ุจูŽู„ุงูŽุกู‹

โ€œWahai Rasulullah, siapakah yang paling berat ujiannya?โ€ Beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menjawab,

ยซ ุงู„ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกู ุซูู…ูŽู‘ ุงู„ุฃูŽู…ู’ุซูŽู„ู ููŽุงู„ุฃูŽู…ู’ุซูŽู„ู ููŽูŠูุจู’ุชูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุญูŽุณูŽุจู ุฏููŠู†ูู‡ู ููŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฏููŠู†ูู‡ู ุตูู„ู’ุจู‹ุง ุงุดู’ุชูŽุฏูŽู‘ ุจูŽู„ุงูŽุคูู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ููู‰ ุฏููŠู†ูู‡ู ุฑูู‚ูŽู‘ุฉูŒ ุงุจู’ุชูู„ูู‰ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุญูŽุณูŽุจู ุฏููŠู†ูู‡ู ููŽู…ูŽุง ูŠูŽุจู’ุฑูŽุญู ุงู„ู’ุจูŽู„ุงูŽุกู ุจูุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุชู’ุฑููƒูŽู‡ู ูŠูŽู…ู’ุดูู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุฃูŽุฑู’ุถู ู…ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฎูŽุทููŠุฆูŽุฉูŒ ยป

โ€œPara Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka dia akan mendapat ujian begitu kuat. Apabila agamanya lemah, maka dia akan diuji sesuai dengan agamanya. Senantiasa seorang hamba akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di bumi dalam keadaan bersih dari dosa.โ€ (HR. Tirmidzi. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shohih)

Semoga kita yang sedang mendapat ujian atau musibah merenungkan hadits-hadits di atas. Sungguh ada sesuatu yang tidak kita ketahui di balik musibah tersebut. Maka mari bersabar dan berusaha ridho dengan taqdir ilahi. Kemudian, kenapa kita harus bersedih, mengeluh dan marah?๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s