Saya yang Malah Malu #hmmm

hijab

Sungguh.. baju transparan itu sungguh membuat diri ini malu.. malu sangat ketika melihatnya.

Fenomena rok sifon, kiranya seperti itu mode yang sedang berkembang akhir- akhir ini. Sedangkan kira- kira satu tahun yang lalu, sepertinya yang sedang berkembang baju sifon yaitu baju ala- ala plastik transparan. Itulah konklusi yang saya tangkap ketika itu setelah melihat banyaknya teman kampus yang menggunakan baju transparan tersebut. Menurut personal assumption saya, keduanya sama saja.. sama- sama menakutkan dalam tanda petik. Kenapa bisa menakutkan? Yah… bagaimana tidak menakutkan ketika fungsi pakaian ternyata tidak sesuai dengan fungsinya lagi. Sungguh… saya sebagai seorang perempuan sungguh malu melihatnya padahal saya hanya sekedar melihatnya saja dan tidak menggunakannya, saya merasa malu yang sangat ketika menjumpai banyak perempuan yang menggunakan rok sifon atau pun baju sifon. Entah apa yang berada di pikiran mereka ketika menggunakannya, tetapi yang saya lihat secara kasat mata, mereka sepertinya biasa- biasa saja, enjoy aja gitu.

Membicarakan mengenai baju sifon jadi mengingatkan saya setahun yang lalu, ketika itu teman kuliah saya satu kelas banyak yang menggunakan baju sifon seperti itu. Banyak warna ternyata yang mereka gunakan, ada yang berwarna merah, kuning, hijau, dan lainnya…yah seperti taburan lampu traffic light di sepanjang jalan raya. Baju sifon ini mungkin dirancang karena kekurangan kain yang tebal yang tidak transparan dan tinggal kain sifon yang transparan saja jadilah baju sifon model tersebut. Dengan dipadukan kerudung yang meililit- lilit di leher jadilah pasangan yang pas dengan baju sifon tersebut, mungkin seperti itu pendapat mereka. Apalagi ada teman saya yang malah menggunakan baju sifon berwarna putih kemudian ditambah dipadukan dengan baju you can see yang digunakan sebagai baju dalam warna mencolok. Saya sampai tidak bisa menemukan alasan mengapa mereka nampak menikmati menggunakan baju seperti itu, walaupun sudah berkali- kali mencarinya. Yang terbesit adalah sebuah pertanyaan retoris dalam hati,” apakah mereka tidak malu menggunakannya?”. Realitanya, hanya senyum simpul yang bisa saya lakukan, tanpa mau mengeluarkan pertanyaan apapun. Senyum memang memiliki banyak makna dan senyum ini merupakan ekspresi dimana mulut tak sanggup berkata, speechless.

=========================================

Nah, kalau setahun yang lalu yang berkembang baju sifon, untuk sekarang mode yang berkembang berbeda lagi yaitu rok sifon yang biasanya mereka padukan dengan baju berbahan kaos yang sangat pas body sekali kemudian dimasukkan dalam rok, persis seperti anak sekolah yang memasukkan baju seragam atasnya ke dalam rok, cuma bedanya untuk mereka yang menggunakan baju sifon biasanya mereka memasukkan baju sifonnya tersebut ke dalam rok dengan sangat ketat jadi tanpa mengeluarkan sedikit baju tersebut. Cara demikian akhirnya membuat baju mereka sangat membentuk lekuan tubuh. Apalagi rok sifon itu benar- benar transparan karena meski kain yang berbahan sifon panjangnya sampai kurang lebih mata kaki, tetapi kain dalamnya yang agak tebal memilki panjang hanya sampai lutut. Biasanya mereka memadukan pula dengan jilbab paris yang lumayan menerawang dan pendek.

hijab itu menutupi

Sungguh benar sabda Rasulullah bahwa malu adalah sebagian dari iman. Ketika iman dicabut maka malu pun hilang, astaghfirullah. Semoga kita selalu diberi kemudahan untuk menggunakan pakaian taqwa yang bisa melindungi diri dari laki- laki ajnabi (laki- laki yang bukan mahrom kita). Dengan pakaian ini pun berarti kita juga berperan serta dalam membantu para laki- laki menjaga pandangan mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s