Pernahkah kamu ……?

love

Pernahkah kamu menyukai seseorang? Saya yakin setiap orang pernah, meskipun tidak semua orang mengakuinya. Mungkin kalian juga akan bertanya kepada saya, apakah saya pernah menyukai seseorang, dan saya akan menjawab secara langsung bahwa saya juga pernah.

Sebelum kita lebih jauh membahas tentang kata “suka”, lebih baik kita membahas terlebih dahulu tentang perbedaan antara kata “suka” dan “cinta”. Kata “suka” dan “cinta” sebenarnya memiliki tujuan yang sama yaitu rasa tertarik dengan sesuatu hal, tetapi dua kata tersebut juga memiliki perbedaan yaitu bahwa “suka” dan ”cinta” memiliki volume rasa yang berbeda terhadap suatu hal. Orang yang suka bukan berarti dia cinta, tetapi orang yang cinta sudah dipastikan bahwa dia pasti suka.

Suka menyukai, mungkin inilah kata yang sering kita dengar, apalagi ketika interaksi antara lawan jenis lebih mudah kita jumpai, pastilah partikel- partikel suka itu pasti juga ada, entah disebabkan karena faktor fisiknya atau mungkin karena faktor inner beauty-nya. Dan tidak dipungkiri pun saya pernah merasakan demikian. Alhamdulillah, saya tidak pernah sampai pacaran. Bagaimana mau pacaran, sejak SMP saat saya belum berjilbab pun saya agak risih untuk bersalaman dengan lawan jenis, rasanya aneh, dan saya merasa tidak nyaman. Salaman aja risih, kemudian mana mungkin saya mau menunjukkan rasa suka saya kepada seseorang. Ketika berpapasan saja, saya tidak mau melihatnya, dingin ‘sok cool’ gitu deh… dan memang demikianlah saya. Dan nyatanya saya beruntung memiliki sifat demikian. Kenapa? Jawabannya sederhana, karena dengan tidak memiliki pacar berarti saya tidak membuat suami saya cemburu. Paling tidak ini salah satu caranya agar suami saya nantinya tidak cemburu.

muslimah

Perempuan itu indah bagaikan mutiara dan mutiara yang paling indah adalah mutiara yang berada paling bawah laut karena sebuah mutiara yang letaknya paling dasar di laut pasti harganya semakin mahal dan paling menarik. Bayangin aja belum dijamah orang coba. Nah, makanya sekarang banyak perempuan yang sudah paham sunnah pasti akan berusaha untuk menutup dirinya dengan hijabnya dan berusaha untuk jauh dari jangkauan laki- laki ajnabi (laki- laki yang bukan mahromnya) untuk menjaga dirinya dan pastinya untuk melaksanakan perintah agama.

appleTernyata ketika kita menyukai seseorang bukan berarti kita cinta kepadanya jadi jangan kemudian merasa sedih hati ketika dia akhirnya tidak bersama kita dan jangan pula meluapkan perasaanmu kepadanya apalagi di media sosial. Ah..itu mah dah mainstream banget tuh…🙂

Karena bisa jadi kita hanya suka saja dengan dia, hanya suka dengan fisiknya saja, hanya suka dengan yang nampak di luar. Beda dengan cinta.. dan cinta yang paling tinggi adalah cinta kepada Allah Ta’ala jadi jika kita memang benar- benar cinta kepada dia maka pasti karena Allah Ta’ala. Dengan cinta seperti ini, nggak mungkin kita akan mengajaknya ke jalan yang salah dengan berpacaran sebelum menikah atau mengajaknya menjadi teman dekat tanpa status. Cinta karena Allah Ta’ala pasti akan mengajaknya ke jalan yang syar’i dan tidak ada pembuktian cinta yang hakiki selain pernikahan.

Jadi, lebih baik berdoa kepada Yang Punya Hidup untuk memilihkan jodoh yang terbaik. Pilihlah dia yang terbaik kemudian setialah kepadanya..🙂 Jangan labuhkan cinta yang belum saatnya, karena ketahuilah cinta sejati itu hanya ada setelah menikah, bukan dengan ikatan yang tidak sah yang dilarang agama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s