Biarlah kan Menjadi Pelajaran

roses

Akhirnya, Allah Ta’ala menasehati saya lagi dengan Cara- Nya dengan sangat Anggun, Masyaa Allah.

Suatu ketika di ruang tengah rumah di Jogja yang kami tinggali. Saya bertanya dengan si A, kenapa ketika si C tadi memanggil si B, tak ada jawaban dari kamar kalian. Kemudian si A mengatakan bahwa ketika dia dan si B mengobrol di kamar, tetiba si B mengantuk karena terkena kipas angin. Sesaat kemudian si B keluar dari kamar, saya pun bertanya padanya, apakah si B baru saja bangun tidur, dia pun menjawab bahwa dia tidak tidur tetapi mengerjakan kerjaan yang harus segera selesai.

Hmm… taukah, kawan… apa arti dari kasus di atas? Yaa… seperti inilah. Sebesit membaca, kita akan langsung bisa menangkap bahwa ada ketidakjujuran dalam berbicara..🙂 *senyum

Note: meski dengan teman dekat sekalipun, ketidakjujuran darinya meski sepele pun ada. Jadi, hati- hatilah dalam berbicara dengan orang demikian, dan mungkin bisa dipukul rata, untuk semua orang. Hati- hati dalam berbicara dengan orang lain, jangan sampai masalah pribadi dishare-kan dengan orang lain yang bukan keluarga kandungmu karena nanti akan merasa menyesal seperti yang telah saya rasakan sekarang ini, sungguh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s