Mereka Berarti Telah Membantu Para Lelaki

edited picture by ana wati

Ketika kita memasuki dunia kampus, mau tidak mau/ suka tidak suka, kita pasti akan menjumpai ikhtilat (campur baur antara laki- laki dan perempuan). Ada sebagian kaum perempuan yang merasa enjoy aja berada pada kondisi demikian, tetapi tidak sedikit pula yang merasa tidak nyaman sehingga ini pun tampak pada penampilan mereka masing- masing. Bagi yang masuk golongan pertama tadi yang suka di dalam kondisi ikhtilat maka mereka akan dandan abis- abisan di kampus. Sampai sempat pula ketika saya di kampus menjumpai mereka dengan memakai pakaian yang hmmm...yang akhirnya membuat saya tersenyum tanpa makna. Dengan memakai sepatu high heels dipadu dengan celana jeans ketat ditambah dengan baju ngepas badan, tak ketinggalan juga tas kecil yang dia bawa dengan membawa beberapa buku kuliah di tangannya. Bisa dibayangkan, bukan? ketika mereka harus menaiki tangga di gedung lama kampus saya yang memang di sana tidak disediakan fasilitas lift atau eskalator. Hmmm…pasti rempong banget. Make up wajah mbaknya itu pun juga nggak ketinggalan lumayan tebel dengan dikombinasikan bibir yang telah dioles lipstick beberapa kali olesan mungkin sehingga sekilas kelihatan tebel.

Ini beda cerita dengan sebagian orang yang tergolong ke golongan yang ke-duaa yang merasa tidak nyaman berada di kampus dengan ikhtilat seperti itu. Karena takut mereka terlihat cantik, mereka malah menyembunyikan rambut- rambut mereka dengan jilbab yang panjang dengan tanpa punuk onta. Mereka pun mengkombinasikan dengan baju yang longgar dengan paduan warna yang tidak mencolok pada jilbab dan bajunya. Tak jarang juga ada yang menutup wajah mereka dengan kain atau pun medical mask (masker yang biasanya dipakai untuk para tenaga kerja medis). Sungguh… ini sangat menentramkan hati yang melihat. Mereka ingin tidak terlihat di publik, mereka ingin bersembunyi di balik hijab- hijab mereka karena mereka takut kepada Allah Ta’ala, karena cinta kepada Rabb mereka, dan karena karena ingin mengharap bisa bertemu Rabb mereka di surga kelak.

Ketika dihadapkan dengan dua hal di atas, bagaimana menurut kalian? Kira- kira yang mana yang bisa menundukkan pandangan kaum lelaki? Apakah yang menunjukkan keindahan di muka publik atau menyembunyikannya di balik hijab- hijab syar’i mereka? Tak perlu dijawab karena masing- masing dari kita sudah bisa menjawabnya sendiri..🙂

Di bawah ini ada juga artikel menarik yang berkaitan dengan hal di atas. Enjoy reading

===============================================================================

Muslimah bercadar berarti telah membantu para lelaki menjaga hati,
dan tidak membuat mereka tergoda,
Juga melindungi wanita dari para penjahat ataupun para perayu,

Sebagian ulama berpendapat muslimah bercadar (menutup wajah) saat terlihat lelaki yang bukan mahrom itu hukumnya sunnah, sebagian lagi berpendapat wajib.

Jika telapak kaki wanita ditutupi, maka SECARA LOGIKA tentunya wajah juga pantas/wajar ditutupi saat terlihat lelaki yang bukan mahromnya, sebab wajah jauh lebih menggoda daripada telapak kaki.

Jika ada yang berkata: wajah kan bukan aurat, jadi jangan ditutupi

Jawaban: kalaupun bukan aurat lantas apa salahnya ditutupi? bukankah para lelaki pun sehari-hari biasa menutup berbagai bagian tubuh selain aurat, terutama saat keluar rumah?? bukankah aurat lelaki hanya dari pusar sampai lutut? namun lelaki biasa menutupi lebih dari pusar sampai lutut.

Jika ada yang berkata: Jangan bercadar karena tidak bisa dikenali.

Jawaban: Dikenali oleh siapa? Bukankah lelaki pun juga sering menutup tubuhnya sampai tidak bisa dikenali? misalnya memakai masker/penutup wajah, terutama saat di jalan, apalagi saat naik motor, atau naik mobil yg berkaca gelap sehingga orang disekitarnya tidak bisa mengenalinya. Bahkan terkadang lelaki membeli bensin di pom sambil wajahnya tertutup masker dan helm sampai tak bisa dikenali (padahal transaksi jual beli). Tidak penting untuk dikenali lelaki yang bukan mahrom, justru banyak dampak negatifnya.

Adapun pada kondisi2 penting/darurat yg memerlukan wajahnya dilihat untuk identifikasi maka boleh saja muslimah wajahnya diperlihatkan kepada lelaki yg bukan mahrom. Namun bukan obral diperlihatkan setiap saat. Lagipula, jika hanya bersama sesama wanita dan tidak terlihat lelaki yang bukan mahrom tentu tidak perlu bercadar.

Manfaat bercadar diantaranya:

  1. Melindungi wanita dari godaan maupun kejahatan lelaki, sebab dgn melihat wajah saja lelaki bisa tergoda, terpesona, dan akhirnya merayu atau berbuat jahat kepada wanita.
  2. Membantu para lelaki menjaga pandangan, sehingga para lelaki tidak terfitnah, tidak tergoda maupun terpesona olehnya.
  3. Menutup pintu perzinaan dan perselingkuhan
  4. Agar wanita menjadi mulia, dan para lelaki tidak menilai dari fisiknya saja, para lelaki tidak bisa jelalatan menilai wanita dari fisiknya.
  5. Mengurangi kejahatan dan kerusakan moral di masyarakat
  6. Agar wanita tidak terlihat menggoda. Wanita yg berjilbab tetap terlihat menggoda jika wajahnya terbuka, apalagi jika sangat cantik.
  7. Membantu para lelaki agar lebih tentram hatinya, lebih khusyu beribadah, sebab dalam hatinya tidak teringat wajah-wajah para wanita.
  8. Agar para suami lebih tenang dan tidak mudah cemburu, sehingga keluarga bisa lebih harmonis.
    (sebab wajah istrinya saat ada keperluan diluar rumah atau saat ada tamu lelaki tetap tidak terlihat oleh lelaki yg bukan mahrom, sehingga para lelaki tidak naksir/tergoda dgn istrinya)

Tradisi kaum muslimat memakai cadar juga telah ditegaskan oleh Al-Hafiz Ibnu Hajar al-‘Asqolaani rahimahullah. Beliau berkata :

“Berkesinambungannya praktek akan bolehnya para wanita keluar ke mesjid-mesjid dan pasar-pasar serta bersafar dalam kondisi bercadar agar mereka tidak dilihat oleh para lelaki. Dan para lelaki sama sekali tidak diperintahkan untuk bercadar…dan seiring berjalannya zaman para lelaki senantiasa membuka wajah mereka dan para wanita keluar dengan bercadar..” (Fathul Baari 9/337)

Ibnu Hajar juga berkata :

“Dan senantiasa tradisi para wanita sejak zaman dahulu hingga sekarang bahwasanya mereka menutup wajah-wajah mereka dari para lelaki asing” (Fathul Baari 9/324)

Semakin cantik wajah wanita maka semakin dianjurkan bercadar saat terlihat lelaki yg bukan mahromnya, sebab potensi fitnah dan godaannya semakin besar. Dan yang kurang cantik juga tetap dianjurkan, sebab tetap ada potensi madharat dgn menampakkan wajah. Apalagi ditambah godaan setan yang menghias wanita saat keluar rumah.
Jika di lingkungan yg tidak islami dan rawan kejahatan/maksiat juga semakin dianjurkan bercadar untuk melindungi wanita.

Cadar adalah untuk melindungi kehormatan wanita dan mencegah berbagai kerusakan dalam masyarakat.

Silahkan baca dalil cadar:

Bercadar Menurut ulama madzhab Syafi’i
http://www.firanda.com/index.php/artikel/fiqh/444-ajaran-ajaran-madzhab-syafi-i-yang-ditinggalkan-oleh-sebagian-pengikutnya-3-cadar

Hukum Memakai Cadar dalam Pandangan 4 Madzhab
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/hukum-memakai-cadar-dalam-pandangan-4-madzhab.html

Dalil Cadar
http://almanhaj.or.id/content/1853/slash/0/hukum-cadar-dalil-yang-mewajibkan/

Cadar dalam Kitab-Kitab NU (1)
http://ustadzaris.com/cadar-dalam-kitab-kitab-nu-1

Cadar dalam Kitab-Kitab NU (2)
http://ustadzaris.com/cadar-dalam-kitab-kitab-nu-2

Cadar dalam Kitab-Kitab NU (3)
http://ustadzaris.com/cadar-dalam-kitab-kitab-nu-3

Bercadar Mazhab Resmi NU
http://ustadzaris.com/bercadar-mazhab-resmi-nu

Mengapa Dia Menutup Wajah dengan Cadar?
http://ustadzaris.com/mengapa-dia-menutup-wajah-dengan-cadar


http://muslimafiyah.com/alhamdulillah-aku-wanita-setengah-cadar-sekarang.html

http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/engkau-lebih-cantik-bercadar-mengangkat-kekhawatiran-dan-belum-siapnya-wanita-untuk-memakai-cadar-bagian-1.html

http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/engkau-lebih-cantik-bercadar-mengangkat-kekhawatiran-dan-belum-siapnya-wanita-untuk-memakai-cadar-bagian-2.html

http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/engkau-lebih-cantik-bercadar-mengangkat-kekhawatiran-dan-belum-siapnya-wanita-untuk-memakai-cadar-bagian-3.html

http://ihyaelsunnah.blogspot.com/2013/12/hukum-bercadar-bagi-muslimah-di-zaman.html

Dalil perintah menutupi kaki wanita:
http://muslimah.or.id/fikih/ujung-pakaianku-penyapu-jalanan.html

2 thoughts on “Mereka Berarti Telah Membantu Para Lelaki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s