Gaya Belajar

Sebagai pembelajar sepanjang masa, saya ngrasa sangat butuh mengetahui gaya belajar diri sendiri. Nah, yang pengen tau tentang gaya belajar, semoga tulisan ini bermanfaat.

Sebenarnya banyak sumber yang bisa kalian temui dari buku sampai tanya pada seorang guru, kalau di sini saya mencuplik dari tulisan kaskuser. Selamat membaca..🙂

5567334_20140819094236

1. Visual

Gaya belajar ini menekankan pada penglihatan sebagai “alat” utama dalam memahami sesuatu. Memahami sesuatu membutuhkan media atau wujud real atau setidaknya gambar untuk mewakilinya. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video. Di dalam kelas, anak visual lebih suka mencatat sampai detil-detilnya untuk mendapatkan informasi.

Karakteristik :
– tidak mudah terganggu oleh keributan
– Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar
– Lebih suka membaca dari pada dibacakan
– Pembaca cepat dan tekun
– Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata

5567334_20140819094252

2. Auditory
Kalo yang ini lebih ke indera pendengaran. Seseorang akan lebih cepat memahami sesuatu cukup dengan mendengar saja. Dia akan belajar dengan cara mendengar penjelasan, membaca nyaring ataupun mendengar rekaman.

Karakteristik :
– Mudah terganggu oleh keributan
– Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat
– Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
– Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
– Biasanya ia pembicara yang fasih
– Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya

5567334_20140819094305
3. Kinestetik
Kalo gaya belajar yang satu ini melibatkan semua indera kita gan. Intinya harus bergerak, menyentuh, dan melakukan. Kenapa? karena dengan begitu seseorang akan cepat dan tepat memahami sesuatu dan bisa mencakup karakter seseorang dengan gaya audio dan auditory. Gaya ini lebih banyak mencakup kemampuan yang dimiliki oleh rata-rata siswa.

Gaya ini sebenarnya sudah diadopsi oleh kurikulum di Indonesia namum banyak kendala yang terjadi di lapangan. Tidak semua lembaga sekolah mampu menjalankanya karena dibutuhkan waktu, tenaga dan pikiran ekstra untuk menjalankanya.

Karakteristik :
– Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
– Belajar melalui memanipulasi dan praktek
– Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
– Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
– Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
– Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca
– Menyukai permainan yang menyibukkan

Kesimpulan :
seseorang dengan kemampuan visual dan auditory bukan berarti tidak belajar dari indera lainya, hanya saja mereka lebih cepat merespon informasi berdasarkan pengelihatan dan pendengaran. mereka cenderung lebih cepat belajar dari pada teman-temannya. Beberapa orang yang bergaya kinestetik memang tidak harus belajar menggunakan semua inderanya untuk memahami sesuatu. Mungkin cukup menggunakan dua atau lebih inderanya sudah cukup untuk memahami sesuatu. Mereka cenderung membutuhkan waktu yang agak lama karena terkadang tidak ada media yang membantu mereka untuk memahami informasi. Namun bukan berarti mereka semua lambat lho, itu semua karena kondisi sekitaryang kurang menguntungkan bagi cara belajarnya. Tujuan dari thread ini adalah pengen sharing aja. Dengan memahami karakter belajar masing-masing nantinya akan mempermudah setiap individu menggunakan kemampuanya yang menonjol.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s