Sekelumit mengenai Beasiswa

flower

Beasiswa adalah salah satu kata yang bisa jadi dirindukan banyak orang. Apalagi, jika kata ini disandingkan dengan kata “mendapatkan”. Jadilah menjadi rangakaian kata yang indah, bukan? Siapa yang tidak ingin untuk mendapatkan beasiswa coba? Hampir semua orang pasti ingin mendapatkan beasiswa, termasuk saya pastinya. Rangkaian kata itulah yang selalu menjadi impian saya sejak dahulu untuk mendapatkan beasiswa S2 di dalam negeri. Mengingat saya adalah seorang anak perempuan, jadi saya pikir lebih baik meneruskan kuliah S2 di dalam negeri saja, di kota pelajar yaitu Yogyakarta. Kota ini menarik perhatian saya sejak SMA. Meskipun tahun 2009 saya sempat diterima di perguruan tinggi negeri pada jenjang S1 dengan jalur SNMPTN (ujian tulis), kenyataannya saya belum diberikan ijin oleh Allah Ta’ala melalui restu dari ibu untuk kuliah di kota ini. Jadilah keinginan untuk kuliah di Yogyakarta itu saya pendam sampai saya menamatkan studi S1 saya di Solo. Akan tetapi, sekarang Alhamdulillah saya bisa meneruskan studi saya di  Yogyakarta, bertemu dengan orang- orang yang luar biasa, apalagi dengan beasiswa penuh dari DIKTI tahun 2013.

Well, diawali pada tahun 2012 ketika saya lulus studi S1, saya mulai melanjutkan cita- cita saya, yaitu bisa kuliah S2 dengan beasiswa. Pada tahun itu, saya mencoba untuk mencari info tentang beasiswa, tetapi hasilnya nihil karena ada temannya teman saya yang mendaftar tetapi kurang berkenan untuk memberikan info itu. Sambil mencari- cari info tentang beasiswa apapun itu yang mungkin bisa saya apply, saya memutuskan untuk menerima tawaran kerjaan di salah satu sekolah bonafit di kota Solo. Masyaa Allah, rencana Allah Ta’ala sungguh indah. Dari sinilah, akhirnya saya bertemu dengan teman yang juga berjuang untuk melanjutkan studi dengan mencari beasiswa. Dari dia pula saya cukup banyak terbantu dengan mendapatkan info beasiswa tersebut. Beasiswa tersebut  adalah Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPPDN) yang merupakan program Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti) Kemdikbud. Beasiswa ini merupakan penyatuan dua jenis beasiswa yang diberikan Dikti tahun sebelumnya (2010- 2012), yaitu Beasiswa Unggulan (BU) Dikti dan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana (BPPS) yang khusus untuk dosen PNS.

Sekitar bulan Maret, saya mendaftar di salah satu perguruan tinggi negeri di kota Yogyakarta. Mengikuti test dengan persiapan ala kadarnya karena saat itu saya masih sibuk bekerja menjadi guru mapel Inggris di SMP Al Azhar. Meskipun demikian, alhamdulillah  saya bisa lolos test masuk. Saya mendaftar test masuk S2 tersebut dengan melampirkan juga berkas- berkas beasiswa yang dipersyaratkan.

Oke, sekarang saya mencoba untuk menjelaskan lebih detail lagi mengenai beasiswa DIKTI ini. Pada dasarnya, beasiswa DIKTI ada 2 macam yaitu BPPDN dan BPPLN.

BPPDN adalah singkatan dari Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri, sedangkan BPDLN adalah Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri. Beasiswa ini merupakan salah satu program beasiswa dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk pendidikan pascasarjana, baik jenjang magister (S2) atau doktor (s3).

Menurut bapak Supriadi Rustad sebagai Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menyatakan bahwa Pendidikan Pascasarjana merupakan salah satu program pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi yang dirancang untuk menghasilkan sumberdaya manusia berkompetensi tinggi, berkarakter, berkemampuan sebagai pemimpin, dan mampu mengakses berbagai informasi terkini. Pendidikan pascasarjana diharapkan dapat berkontribusi secara substansial dalam berbagai isu pendidikan tinggi: pemerataan, relevansi, kualitas, pengembangan karakter, daya saing, dan internasionalisasi. Lebih lanjut lagi beliau menjelaskan bahwa Dosen merupakan sumberdaya perguruan tinggi yang sangat penting dalam upaya meningkatkan efektivitas dan efesiensi penyelenggaraan pendidikan tinggi. Oleh karena itu kualitas dosen senantiasa perlu ditingkatkan melalui pendidikan lanjutan, pelatihan, magang dan lainnya. Undang-undang No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengamanatkan bahwa dosen program Diploma dan program Sarjana minimal memiliki kualifikasi akademik magister dan dosen program magister memiliki kualifikasi akademik Doktor.

Program Beasiswa DIKTI ini ditujukan untuk empat kategori penerima, yaitu:

  1. Dosen tetap perguruan tinggi (PNS atau bukan),
  2. Calon dosen, yaitu lulusan terbaik dari universitas manapun di bawah 26 tahun dengan IPK minimal 3,00
  3. Tenaga kependidikan di lingkungan Kemdikbud (PNS di lingkungan Kemdikbud yang ingin melanjutkan kuliah), dan
  4. Warga negara asing yang ingin kuliah di Indonesia.

Mengingat saya hanya memiliki pengalaman di BPPDN yaitu tepatnya di kategori kedua, so saya mencoba untuk memfokuskan tentang BPPDN calon dosen. Pada umumnya BPPDN (Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri) hanya diperuntukkan bagi yang akan mengambil kuliah S2 dan S3 (master dan doktor) di dalam negeri. Beasiswa ini mencangkup biaya pendidikan dan biaya hidup. Selain itu, kita juga akan mendapatkan penggantian biaya transportasi. Maksudnya adalah uang yang kita keluarkan untuk biaya transportasi dari kota tempat tinggal kita (domisili asli)  ke kota tempat kampus tujuan kita berada nantinya akan diganti oleh pihak DIKTI. Hal ini serupa ketika kita telah menyelesaikan kuliah nanti. Uang yang kita keluarkan untuk kembali ke kota asal juga akan diganti oleh DIKTI.

Keuntungan lainnya mengenai beasiswa ini adalah setelah kita selesai kuliah menggunakan beasiswa ini, DIKTI akan memberi kita pekerjaan sebagai dosen. Kita akan ditugaskan mengajar di salah satu perguruan tinggi di Indonesia. Masa penugasan atau pengabdian untuk tingkat S2 selama (n+1) dimana n=masa studi, kalau untuk S3 ada ketentuan tersendiri. Status kita pada saat itu adalah sebagai dosen tetap non-PNS. Setelah masa penugasan selesai, kita bebas memilih apakah tetap menjadi dosen, atau pindah ke pekerjaan lain.
Okey, sekarang syarat- syaratnya, yaitu
1. untuk S2 kita perlu memiliki IPK S1 minimal sebesar 3,00 (dari skala 4) dan berusia maksimal 26 tahun pada 1 September tahun ini.
2. Sedangkan untuk calon doktor, kita perlu memiliki IPK S2 minimal sebesar 3,25 (dari skala 4) dan berusia maksimal 28 tahun pada 1 September tahun ini.
3. Kesemua jenjang, mensyaratkan untuk memiliki LOA (Letter of Acceptance) terlebih dahulu dari program pascasarjana salah satu kampus yang kita pilih, tetapi perlu diingat tidak semua kampus bekerjasama dengan DIKTI. Pada tahun 2013, hanya 11 universitas yang bekerjasama dengan DIKTI untuk beasiswa ini. Kalau di Yogyakarta ada UNY dan UGM, untuk selebihnya silahkan membaca di panduannya ya..🙂
>> Beasiswa Pendidikan Pascasarjana& Doktoral Dalam dan Luar Negeri (BPPDN &LN) DIKTI 2014 >> http://beasiswa.dikti.go.id/

Berjuang mendapatkan beasiswa tidaklah mudah, ya tidak semudah membalikkan telapak tangan karena kita harus memiliki kesabaran. Menurut pengalaman saya tahun 2013, pengumuman kelulusan DIKTI lebih lambat dari pengumuman kelulusan penerimaan mahasiswa baru dari universitas. Hal ini membuat para pelamar beasiswa harus membayar dahulu biaya masuk ke universitas. Padahal, sebenarnya para pelamar beasiswa yang sudah dinyatakan lolos pada test masuk Pascasarjana belum pasti nantinya diterima sebagai penerima beasiswa. Pada tahap ini, banyak- banyaklah berdoa agar nantinya kita bisa dinyatakan sebagai penerima beasiswa dan nantinya uang kita untuk mendaftar ulang bisa diganti oleh DIKTI.

Lalu, kuota untuk penerima beasiswa bagaimana? Nah, tenang saja. Biasanya setiap tahun ada penambahan kuota beasiswa. Contohnya untuk penerima BU Calon Dosen untuk S2 semula 956 pada tahun 2011, menjadi 2302 pada tahun 2012, dan untuk tahun 2013 menjadi sekitar 4 ribuan. Akan tetapi, jangan bersantai juga karena yang mendaftar pun semakin meningkat, seperti halnya pada tahun 2013 lalu yang mendaftar mencapai 14 ribuan di seluruh Indonesia, dan yang diterima sekitar 4 ribuan saja (ini untuk jenjang S2 dan S3).

Selain sekelumit info di atas, ada pula hal- hal yang perlu diperhatikan, yaitu meliputi persiapan- persiapan berikut:

  • Luruskan niat
Hal ini sangat penting karena dengan niat yang benar, kita bisa menentukan langkah hidup kita mau dibawa kemana. Dengan meluruskan niat pula, kita akan mengetahui apa esensi sebenarnya yang ingin kita capai dalam mendapatkan beasiswa. Jangan sampai, meniatkan apply beasiswa untuk mempermudah pacaran, bersombong- sombong dengan orang lain, atau hal- hal yang dilarang agama lainnya. Alangkah indah ketika kita meniatkan apply beasiswa untuk mempermudah mendalami ilmu dien. Ya, meniatkan bahwa dengan beasiswa ini kita akan menjadi lebih baik.
  • Meminta doa restu dari orang tua

Kita perlu mengingat bahwa ridho Allah Ta’ala bergantung pada ridho orang tua. Jangan sampai lupa untuk  meminta doa restu orang tua agar mereka meridhoi kita untuk melamar beasiswa ini.

  • Membaca pedoman beasiswa dengan seksama dan minta informasi kepada sumber terpercaya

Jika ingin mendapat beasiswa, jangan samapi malas untuk membaca panduan pedoman beasiswa. Dengan membaca pedoman tersebut, kita akan semakin mengerti akan isinya. Jangan sampai malas membaca tetapi terus mnerus bertanya. Bertanya boleh tetapi jangan keterlaluan dengan bertanya terus sesuatu hal yang sebenarnya bisa dibaca sendiri di pedoman.. ^_^

Selain itu, untuk mempermudah dalam memahami pedoman yang kadang kala berbahasa abstrak, kita bisa bertanya kepada pihak DIKTI langsung maupun kepada Pascasarjana peneyelenggara. Atau bisa pula bertanya kepada teman/ kakak tingkat/ saudara, dll mengenai hal tersebut.

  • Cek kembali kelengkapan berkas

Jangan sampai melupakan sekecil apapun berkas yang diperlukan dalam melamar beasiswa. Jika bingung apakah berkas itu diperlukan atau tidak, lebih baik mencantumkannya. Kalaupun ternyata berkas tersebut tidak diperlukan, panitia yang bersangkutan akan segera menyingkirkan, tetapi jika yang kita perlukan belum kita lengkapi berarti kita telah melakukan kesalahan besar karena kelengkapan berkas kita kurang lengkap yang nantinya akan mengurangi penilaian tahap pertama dalam proses seleksi beasiswa. Sungguh disayangkan, bukan? Sekedar sharing saja, pada tahun 2013 kemarin saya sempat jauh- jauh ke Yogyakarta dari Solo, hanya karena saya kurang yakin apakah berkas saya sudah lengkap atau belum, saya bingung apakah salah satu berkas yang diperlukan sudah saya lengkapi atau belum. Jadilah secara mendadak saya berangkat pagi hari dengan berkendara motor sendiri untuk mengecek ke bagian administrasi PPs penyelenggara akan berkas tersebut. Kemudian setelah ke sana dan mengecek kelengkapan berkas yang ternyata benar ada sedikit kesalahan tentang penulisan data, saya langsung pulang kembali. Meskipun sangat lelah bolak- balik, tetapi saya sudah sangat puas karena semua berkas sudah lengkap.

  • Sharing informasi beasiswa kepada teman yang membutuhkan

Jangan sampai kita pelit dalam memberikan informasi mengenai beasiswa kepada teman yang bertanya. Tidak perlu takut jika teman juga ikut mendaftar maka akan menambah saingan. Jangan takut itu, karena jika kita memiliki kualifikasi yang oke pastinya beasiswa juga akan didapat juga. Rezeki kita tak akan tertukar kok.. ^_^

For the last, semoga apa yang yang saya tulis di atas bisa bermanfaat memberikan gambaran tentang beasiswa DIKTI. Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan tinggalkan komentar Anda di bawah ini, saya akan mencoba menjawab semapu saya. Hopefully, everything’s gonna be okey.. ^_^

2 thoughts on “Sekelumit mengenai Beasiswa

  1. Cukup tunjukan style of ur writing aja, nanti biasanya akan men-direct diri sendiri untuk menulis essay yg baik. Tentunya diimbangi dengan melengkapi aplikasi yg lain dengan sebaik-baiknya pula karena sebenarnya bkn hanya essay saja yg menjadi pertimbangan. Good luck yaa..^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s