Just be Grateful..

just be grateful

Sakit itu ketika engkau merasa seperti berada di angkasa kemudian jatuh bebas dari udara tanpa parasut apa- apa. Itu sakit sekali. Begitulah kurang lebihnya ungkapan kata sakit hati dari seseorang. Sedangkan, ketika sakit itu diibaratkan seperti engkau merasa seperi ingin merontokkan bagian yang sakit itu. Itu berarti engkau sedang sakit gigi dan begitulah kiranya pendeskripsian penulis ketika sedang mengalami sakit gigi. Rasanya sakit sekali menusuk- nusuk sampai ke relung gusi.

Akhir- akhir ini penyakit gigiku kambuh lagi. Dengan seabrek tugas kuliah tak mampu aku kerjakan karena penyakit ini. Liburan pun terasa tidak nyaman karena gigi terasa tidak karuan. Makanan- makanan kesukaan terasa hambar dimakan malahan membuat gigi dan gusi semakin cenut- cenut. Saking tidak tahannya maka hari Kamis, 21 Februari 2014 setelah pulang kuliah sekitar pukul empat sore langsung memutuskan untuk balek ke Solo dengan si biruku (motor Supra biru) dengan sebelumnya mampir ke wisma menyiapkan segala hal untuk pulang. Dengan menghalau segala kemampuan yang ada untuk menarik kecepatan si biru untuk melaju jalan Yogyakarta- Solo, akhirnya pukul setengah tujuh malam sampailah di rumah. Sungguh perjalanan yang melelahkan tetapi itu terasa dihapuskan ketika melihat kedua orang tua berdiri menyambut anaknya yang merantau di kota sebelah. Ini adalah obat pertama untuk penyakit gigiku..hehe

Kemudian lanjut ke obat selanjutnya, hari Jum’at pagi aku putuskan untuk langsung bertemu dengan dokter gigi. Alhasil gigi belakang kedua (karena memang gigi paling belakangku belum tumbuh) akhirnya dicabut. Kasian bukan? ketika gigi kedua dari belakang belum bertemu dengan gigi geraham paling belakang, mereka harus sudah terpisahkan tanpa ucapan perpisahan.. *versi lebay.. ^^

Setelah operasi kecil, banyak obat yang dijadikan pendamping makan untuk dikonsumsi. Gigi pun direlakan hilang, rasa nyeri sudah agak mendingan berkurang. Akan tetapi, ternyata tidak sampai di situ karena hari Senin ketika obat sudah habis dikonsumsi, aku harus balek lagi ke dokter gigi karena gigi di belahan yang lain perlu untuk ditambal karena berlubang kecil dan takutnya akan mengakibatkan lubang yang lebih besar. Apalagi ditambah rasa ngilu yang sangat. Hati pun diuji untuk mempersiapkan lebih banyak badged  untuk bertemu ke dokter gigi lagi. Dan bisa ditebak selanjutnya meskipun pengeluaran koceng dalam- dalam tidak bisa dicegah, alhamdulillah gigi pun sudah lumayan baikan. Alhamdulillah ‘ala kulli haal.

Hari senin siang, 24 Februari 2014 aku putuskan untuk balek ke Yogaykarta karena hari Selasa sudah mulai masuk kuliah lagi. Panas mentari siang itu tidak menyurutkan semangatku untuk kembali ke kota Pelajar, tempatku menimba ilmu. Selama kurang lebih 2 jam setengah aku mengendarai motor biruku menyusuri jalan Solo- Yogyakarta. Rasa letih dan capek pasti. Apalagi rasa lapar. Alhamdulillah, sekitar pukul tiga sore sampailah ke wisma Pogung. Disambut dua adik tingkat –yang berhasil mengobrak- abrik kamarku karena memang ketika aku pulang, mereka lah yang menempati kamarku — aku memasuki kamarku dengan muka yang kelelahan. Kemudian merapikan bongkaha- bongkahan barang yang terobrak- abrik kurang tertata.

Seperti hari Senin biasanya, di masjid Al Ashri ada kajian rutin Ma’had Ilmi. Meskipun aku bukanlah santri di sana, aku senang untuk menghadirinya untuk menjadi mustamiq (pendengar). Dengan semangat empat lima, aku berniat untuk datang dengan mengendarai motor memboncengkan temanku, Nina (tidak lain dan tidak bukan merupakan adik tingkatku yang jahil tadi). Meskipun akhirnya ternyata kajian libur, tetapi paling tidak kami bisa ke toko buku dan mendapatkan buku yang aku cari.

Malam menyapa, setoran hafalan setiap ba’da Isya pun sudah dilakukan, dan gerbang pun sudah dikunci. Ini saat yang tepat untuk istirahat. Akan tetapi ternyata tanpa diduga- duga, pukul setengah 10 malam ketika kebanyakan teman sudah tertidur, adik tingkatku tadi, yang aku boncengkan ke masjid Al Ashri, jatuh pingsan tepat di kamarku karena memang malam itu dia mau menginap lagi di kamarku. Suara itu masih sangat jelas terdengar di telinga “bruuk”, badan yang sudah tidak bisa lagi berdiri akhirnya jatuh tersukur di lantai keramik kamar. Kejadian yang tak disangka- sangka. Sebagai kakak tingkat, aku gugup sekali. Dengan bantuan teman, ku angkat dia ke kasur. Menghubungi abangnya via ponselnya pun sudah dilakukan meskipun responnya cuma datar- datar aja. Ditunggu sampai sadar, kata abangnya. Setelah satu jam tiba- tiba tubuhnya malah kejang- kejang kedinginan, badannya pun makin panas. Gugup dan bingung jadi satu. Rasa lelah dari siang tadi sudah tidak terasa seperti hilang sekejap. Kuganti bajuku, kemudian kukendarai motor biruku melaju ke dapan RS Sardjito untuk mencar taxi bersama seorang temanku. Tidak punya CP taxi Yogyakarta yang bisa dihubungi karena yang ada CP taxi kota Solo, akhirnya membuatku kalang kabut mencari taxi di tengah malam seperti sekilas ketika melihat jam sepertinya sudah menunjukkan angka setengah 12 malam. Entahlah pukul berapa waktu itu, yang pasti sudah sangat larut dan ini kali pertamaku keluar malam di kota Yogyakarta.

Mengangkat, mengurusi urusan pembayaran taxi, bolak- balek ke wisma- rumah sakit. Akhirnya pukul setengah 2 malam sudah selesai, dan sampai di wisma. Pukul 2 malam baru makan malam dan melanjutkan kegiatan yang ingin dari tadi aku lakukan yaitu tidur. Alhamdulillah ‘ala kulli haal, semua keletihan itu akhirnya selesai juga. Sungguh hari yang luar biasa bukan? dengan dilanjut kuliah pagi pada hari berikutnya yaitu hari ini hari Selasa, 25 Februari 2014. Sampai aku sekarang di sini di Perpustakaan Pusat Kampus untuk mengetik tulisan ini, tersesat di tengah gaduhnya buku- buku yang dibuka oleh sang pembaca. Tersesat di pojokan ruang ini pun ada historinya yaitu karena tadi ketika aku pulang sekitar pukul 11 siang untuk berencana istirahat di wisma ternyata mendapati gerbang wisma dikunci dan aku tak tau dimana kuncinya. Alhasil aku putuskan duduk di sini, di lantai dua dengan disapa hujan yang baru saja turun di luar jendela.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s