Awan Kelabu Harap Segera Berlalu

awan-kelabu

Susah memang mengubah perilaku. Susah memang mengubah kebiasaan, tetapi kebiasaan itu apakah tidak bisa diubah?

Di kala tubuh tertidur lelap dalam kefuturan maka syaitan akan bersenang- senang di atasnya. Manusia akan sangat mudah untuk terjatuh dalam keadaan dosa. Yaa…mudah sekali memang. Lebih- lebih ketika dia dalam keadaan sendiri, tak ada orang yang melihat, walau sejatinya Allah Ta’ala Maha Melihat, tetapi mata hatinya bisa saja tertutup ketika Sang Pembolak- balik Hati sedang menutupnya. Alhasil dia akan melakukan kegiatan yang sia- sia. Bagai seperti debu yang berterbangan, sangat kecil memang, perkara kecil yang tidak bermanfaat itu akan dengan mudahnya dia lakukan ketika hati itu sedang tertutupi oleh awan kelabu. Malas, tidur terlalu banyak, menonton film, melamun, mengobrol yang tidak penting, dan sebagainya adalah beberapa hal yang merupakan perkara yang tidak bermanfaat. Padahal sudah jelas hukumnya, kita meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat.

Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ

“Di antara tanda baiknya Islam seseorang adalah ia meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat baginya”.

Kalau udah tau mengenai hal ini, lalu apakah kita tetap akan merelakan diri kita unutk melakukan hal yang tidak bermanfaat? Tentu tidak bukan? (:

Dan semoga awan kelabu dapat segera berlalu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s