Galau untuk Sholat Saat Kuliah

green leves

Memang tidak mudah ketika harus berkomitmen untuk melaksanakan sholat walau hanya beberapa rakaat saja. Memang benar-benar berat, kecuali bagi mereka yang dimudahkan dan mencoba memudahkan diri sendiri untuk melakukan kabikan dalam segala situasi. Di tengah berbagai kegiatan, entah itu kuliah ataupun bekerja, semua jenis pekerjaan bisa dikatakan sangat menyita waktu dan tenaga. Begitu pun dengan seorang mahasiswa yang sedang kuliah. Mereka mungkin tidak bisa digolongkan ke dalam jenis pekerjaan yang bisa menghasilkan uang seperti rata- rata jenis pekerjaan pada umumnya. Akan tetapi, uniknya seorang mahasiswa bisa benar-benar dalam keadaan galau. Jadwal kuliah yang padat, menyelesaikan tugas, membaca berbagai referensi, mencari data pendukung, pene­litian, dan sebagainya merupakan kegiatan- kegiatan yang sudah familiar dengan mahasiswa. Kegiatan- kegiatan itu terdengar tidak ada yang bermasalah, tetapi masalahnya adalah kegiatan belajar mengajar dalam kelas yang bentrok dengan waktu masuk beberapa sholat seperti salat Dzuhur dan Asar. Memang benar juga tak ada jadwal ku­liah yang memakai semua wak­tu sholat secara penuh antara satu sholat ke sholat berikutnya dan tidak ada larangan bagi maha­siswa untuk izin sholat, tetapi bagi yang ingin sholat di awal waktu dan berja­maah di masjid, di sinilah di­lema itu. Hal ini karena akan mengakibatkan konsekuensi- konsekuensi yang harus dihadapi.

Pelaksanaan waktu sholat berjamaah sendiri paling tidak membutuhkan waktu sekitar setengah jam. Yah, kalau ditambah dengan sholat sunnah rawatib mungkin bisa lebih lama lagi. Bisa dibayangkan jika seorang mahasiswa yang izin ke dosennya dalam waktu yang sedemikian rupa, pasti dia akan ketinggalan materi perkuliahan di kelas. Jika ternyata pada waktu itu ada ujian, pastinya dia akan banyak menghabiskan waktu dan mungkin saja ujiannya belum selesai dia kerjakan.

Kegalauan seperti ini jadi mengingatkan saya dengan cerita teman saya ketika di facebook. Di jejaring sosial tersebut, dia sempat marah- marah dengan ketua kelasnya yang tidak berani untuk mengingatkan sang dosen agar sang dosen bersedia memotong perkuliahan karena hampir akan menghabiskan waktu sholat. Alhasil, kata teman saya itu dia harus sholat diakhir waktu sampai dia marah- marah sedemikian rupa.

Saya pun teringat dengan dosen S1 saya, ketika sudah memasuki waktu sholat. Beliau akan cepat- cepat mengakhiri perkuliahan dan minta maaf kepada mahasiswa karena beliau tidak ingin ketinggalan sholat berjamaah di masjid. Meski memotong waktu beberapa menit, tetapi kami ikhlas saja jika alasan bapak dosen itu mengakhiri perkuliahan seperti tersebut.

Dua kasus di atas tentu berbeda. Jika yang pertama sang tokoh utama adalah seorang mahasiswa yang dilema karena dia mau sholat, tetapi bingung bagaimana harus izin saat perkuliahan. Sedangkan yang kedua, tokoh utamanya adalah seorang dosen yang dengan mudah minta izin kepada mahasiswanya dengan menyampaikan alasan yang sedemikian rasionalnya sehingga mahasiswa- mahasiswanya pun ikhlas.

Untuk memperjelas tentang hukum- hukum sholat Jama’ah, berikut ada cuplikan tulisan yang telah disarikan oleh Abu Hudzaifah Yusuf dari terjemah kitab Sholatul Jama’ah Hukmuha wa Ahkamuha karya Dr. Sholih bin Ghonim As-Sadlan.

Apa Hukum Sholat Berjama’ah?

Ketahuilah, bahwa pendapat yang benar dalam masalah ini ialah sholat berjamaah itu wajib (bagi laki- laki), adapun bagi kaum wanita, sholat di rumah lebih baik daripada sholat di masjid walaupun secara berjama’ah). Inilah pendapat yang disokong oleh dalil dalil yang kuat dan merupakan pendapat jumhur ulama dari kalangan sahabat dan tabi’in, serta para imam madzhab (Kitabus Sholat karya Ibnul Qoyyim).

Perintah Alloh Ta’ala Untuk Sholat Berjamaah dan Ancaman Nabi Yang Sangat Keras Bagi Yang Meninggalkannya

“Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’ (dalam keadaan berjamaah).” (Al Baqoroh: 43). Perhatikanlah wahai saudaraku, konteks kalimat dalam ayat ini adalah perintah, dan hukum asal perintah adalah wajib. Rosululloh telah bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku yang ada di tangan-Nya, ingin kiranya aku memerintahkan orang-orang untuk mengumpulkan kayu bakar, kemudian aku perintahkan mereka untuk menegakkan sholat yang telah dikumandangkan adzannya, lalu aku memerintahkan salah seorang untuk menjadi imam, lalu aku menuju orang-orang yang tidak mengikuti sholat jama’ah, kemudian aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Bukhori)

Hadits di atas menunjukkan wajibnya (fardhu ain) sholat berjama’ah, karena jika sekedar sunnah niscaya beliau tidak sampai mengancam orang yang meninggalkannya dengan membakar rumah. Rosululloh tidak mungkin menjatuhkan hukuman semacam ini pada orang yang meninggalkan fardhu kifayah, karena sudah ada orang yang melaksanakannya. (Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al Asqolani)

Diriwayatkan dari Abu Huroiroh, seorang lelaki buta datang kepada Rosululloh dan berkata, “Wahai Rosululloh, saya tidak memiliki penunjuk jalan yang dapat mendampingi saya untuk mendatangi masjid.” Maka ia meminta keringanan kepada Rosululloh untuk tidak sholat berjama’ah dan agar diperbolehkan sholat di rumahnya. Kemudian Rosululloh memberikan keringanan kepadanya. Namun ketika lelaki itu telah beranjak, Rosululloh memanggilnya lagi dan bertanya, “Apakah kamu mendengar adzan?”, Ia menjawab, “Ya”, Rosululloh bersabda, “Penuhilah seruan (adzan) itu.” (HR. Muslim). Perhatikanlah, jika untuk orang buta saja yang tidak memiliki penunjuk jalan itu tidak ada rukhsoh (keringanan) baginya, maka untuk orang yang normal lebih tidak ada rukhsoh lagi baginya.” (Al Mughni karya Ibnu Qudamah).

Hanya Munafik Saja Yang Sengaja Meninggalkan Sholat Jama’ah

Sahabat besar Ibnu Mas’ud rodhiyallohu’anhu berkata tentang orang-orang yang tidak hadir dalam sholat jama’ah: “Telah kami saksikan (pada zaman kami), bahwa tidak ada orang yang meninggalkan sholat berjama’ah kecuali orang munafik yang telah diketahui kemunafikannya atau orang yang sakit”. Lalu bagaimana seandainya Ibnu Mas’ud hidup di zaman kita sekarang ini, apa yang akan beliau katakan???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s