Saya sedang “Galau”.. :(

galau

Mungkin seperti inilah kiranya kata- kata yang sering kita dengarkan dari beberapa orang di sekitar kita, atau bahkan kata- kata itu pernah bahkan sering terucap oleh diri kita sendiri?🙂

Dewasa ini, memang realitanya yang berkembang adalah kata “galau” sering menghiasi kehidupan banyak orang. Penyakit yang sebenarnya belum dalam tahap akut ini memang telah sering menjangkiti kebanyakan orang dan tidak mengenal usia, entah itu anak yang masih bau kencur atau bahkan sudah tua renta pun kadang kala terjangkiti oleh penyakit ini.

Sebenarnya galau itu wajar saja karena dengan adanya galau maka eksistensi kita dalam kehidupan nyata tidak perlu ditanyakan lagi. Kenapa bisa? Mungkin pertanyaan ini yang teman- teman pembaca tanyakan ke penulis. Yah, karena dengan kita berpikir, bermimpi, dan berikhtiar untuk mencapai impian itu maka kita bisa jadi galau, kurang lebihnya mungkin seperti itu.

Kemudian pertanyaannya adalah gimana caranya menangani rasa galau itu?

Nah ini nih yang kadang sering ditanyakan oleh para galauers– sebutan untuk orang yang sedang galau.

galau...

Secara simple saya akan paparkan. Yang pertama adalah menata hati. Yang kedua adalah menata hati, dan yang ketiga adalah menata hati. Kenapa hal tersebut disebutkan berulang kali,  karena menurut hemat saya dengan menata hati maka hati akan menjadi lebih tenang. Dengan menata hati pula rasa galau yang sering mencuri tempat di hati ini bisa sedikit banyak bisa dikendalikan. Dengan menata hati pula bisa menghindarkan kita dari rasa galau akut.

Sedangkan cara untuk menata hati adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla, karena dengan begitu kita akan lebih mensyukuri atas apa yang kita punya maupun apa yang telah terjadi pada kita. Dengan itu pula kita semakin bisa mencerna mengapa kita bisa berada di posisi yang saat ini (yang bisa membuat galau). Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena dengan mendekatkan diri kepada Rabb kita, maka mata hati akan semakin terbuka dan tidak heran bisa lebih berpikir secara rasional.

Sebenarnya memang wajar jika seseorang itu galau, yang penting adalah berusaha untuk memutuskan tali galau itu dari hati sehingga tali galau itu tidak bertambah panjang..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s