Sukses…? What’s the point…?

hands

Banyak orang berkata mengenai “kesuksesan”. Tentunya “kesuksesan” dalam arti masing- masing, karena beda orang pasti memiliki idealisme “kesuksesan” yang berbeda.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, “sukses” didefinisikan sebagai berhasil atau beruntung. Kalau ditambahi awalan ke- dan akhiran -an, “kesuksesan” berarti keberhasilan atau keberuntungan.

Kemudian pertanyaannya adalah apa arti “sukses” dalam arti yang sebenarnya? Padahal keberuntungan ataupun keberhasilan itu tidak bisa didefinisikan secara jelas. Nah, jika kata “sukses” tidak bisa didefinisikan, lalu bagaimana kita bisa sukses? Kemudian pertanyaan mengenai definisi sukses pun yang sering terlontar oleh para peserta seminar yang tentunya seminar mengenai “kesuksesan”, entah itu sukses dalam bidang enterpreneurship, studi, maupun bidang- bidang yang lainnya.

Dalam suatu waktu Billy Boen, yang merupakan penulis buku bestseller Young On Top dan merupakan CEO PT YOT Nusantara mengartikan arti sukses dalam arti yang umum, yaitu ketika seseorang berhasil melakukan atau meraih apa yang telah dia targetkan atau inginkan di awal. Dengan kata yang berbeda walau secara makna hampir sama, Mario Teguh mengartikan arti kata sukses sebagai berikut: secara sederhana sukses adalah bagaimana kita keluar dari comfort zone kita dan mencoba menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Mungkin ada beberapa orang yang akan menganggukkan kepala yang mensyaratkan kesetujuan akan definisi di atas, namun mungkin ada juga yang menggelengkan kepala seraya mengatakan “bukan itu yang aku maksud”. Kalau saya sendiri, lebih ke menganggukan kepala karena memang secara umum kurang lebihnya “sukses” itu ya memiliki definisi seperti itu. Walau tidak membatasi ruang untuk arti sukses dalam arti yang lebih khusus.

Arti kata “sukses” dalam arti yang lebih khusus inilah yang sebenarnya memiliki esensi yang berbeda- beda antara satu orang dengan orang lain. Jika ada 3 orang yang berdiri bersama dalam satu tempat yang sama, mereka pasti memiliki makna kesuksesan yang berbeda. Si A mungkin akan mendifinisikan sukses menurutnya adalah bisa kuliah dan hang out dengan teman- temannya di luar jam kuliah. Si B mungkin akan mendifinisikan bahwa suskses itu ketika dia bisa bekerja paruh waktu untuk menambah uang saku atau mungkin malah bisa membantu orang tuanya untuk membayar SPP kuliah. Sedangkan si C mungkin beda lagi, yaitu ketika dia bisa kuliah sambil berorganisasi di salah satu atau mungkin beberapa organisasi dalam maupun luar kampus. Dari makna self success definition inilah yang membedakan jalan mereka masing- masing, yaitu jalan bagaimana mereka menghabiskan waktu di dunia ini. Pastinya inilah yang tidak bisa dipaksakan antara satu orang dangan orang lain, dalam artian memaksakan how they face their life and how the people do to their own lives.

Banyak orang mengartikan sukses dalam arti yang “besar”, yaitu ketika dia mendapatkan mobil yang besar, gaji yang besar, bekerja di perusahaan yang besar, atau mungkin malah bisa memiliki nama yang besar. Persepsi inilah yang sering terlintas di kebanyakan orang. Padahal kesuksesan itu tidak selalu berawal dari yang besar, dan malah lebih seringnya berawal dari yang dianggap kecil. Contohnya, kita bisa mengatakan bahwa kita sukses ketika bisa bangun lebih awal untuk menunaikan sholat tahajjud, sebagai seorang mahasiswa bisa mendefinisikan sukses ketika dia tidak menyontek saat ujian, sebagai seorang aktivist di kampus bisa mempersepsikan sukses ketika bisa menghadiri perkuliahan tanpa absen walau sedang sibuk- sibuknya berorganisasi, dan sebagai seorang pegawai bisa memaknai sukses ketika dia bisa datang tepat waktu serta bisa bekerja dengan penuh suka cita.

Dari kebahagian dan rasa syukur keseharian itulah yang bisa melahirkan kesuksesan selanjutnya, mengapa bisa demikian? karena kita bersyukur dengan apa yang ada sekarang, kita bisa mengawali hari dengan kesuksesan kecil seperti tersebut di atas. Kemudian kita bisa melangkah ke anak tangga selanjutnya dengan memaknai kesuksesan yang lebih besar. Anak tangga ini bukan lagi dengan persepsi sukses yang dulu tetapi juga tidak menghilangkan esensinya. Hal ini dalam artian bahwa kita masih harus selalu melakukan kesuksesan kecil dalam keseharian tetapi kita juga mencoba mengukir kesuksesan yang lebih besar dari itu. Misalnya, sebagai seorang mahasiswa tidak hanya sukses karena tidak menyontek saat ujian tetapi juga bisa mendapat IPK cumlaude dan lulus 3, 5 tahun. Sebagai seorang aktivist di kampus tidak lagi mempersepsikan sukses ketika bisa menghadiri perkuliahan tanpa absen walau sedang sibuk- sibuknya berorganisasi, tetapi juga mengartikan sukses ketika dia bisa mengikuti pertukaran pelajar ke luar negeri selama 1 tahun, dan sebagai seorang pegawai tidak hanya memaknai sukses ketika dia bisa datang tepat waktu serta bisa bekerja dengan penuh suka cita. Akan tetapi, bisa memaknai kata sukses ketika bisa dipromosikan ke posisi jabatan di atasnya karena kinerja yang luar biasa memuaskan.

Dalam definisi yang sederhana, sebenarnya kesuksesan adalah keadaan dimana kita mengetahui apa yang kita inginkan dan bagaimana kita mendapatkannya karena sukses itu tidak hanya hasil, tetapi juga proses yang ditandai dengan kesuksesan- kesuksesan kecil. Sedangkan kesuksesan besar adalah apa yang kita namakan hasil dari proses tersebut. Sekarang kesuksesan kecil saya adalah bisa menyelesaikan artikel ini. Selanjutnya saya akan mengukir kesuksesan- kesuksesan yang besar lainnya dengan tidak meninggalkan kesuksesan- kesuksesan kecil saya, dan kesuksean terbesar saya adalah saya ingin masuk ke surga- Nya bersama orang- orang yang saya cintai. Now what is your success? ^__^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s