Ayah dan Ibu

MY LOVE

Ada dua nama yang ketika disebut dapat membuat saya menangis. Mereka adalah “ayah” dan “ibu”. Entah mengapa, ketika ada pembahasan mengenai mereka berdua, kadang tidak sadar air mata pun langsung bisa menetes mengingat perjuangan mereka untuk mendidik, menafkahi anak-anaknya, dan mengantarkan kami-anak-anaknya agar bisa mengenyam bangku penddikan setinggi-tingginya. Ya memang, ketika kebanyakan dari orang galau karena ditinggalkan kekasih hatinya yang baru mereka kenal sehari atau beberapa bulan lamanya, saya malah galau ketika saya memikirkan dua nama yaitu ayah dan ibu. Medan magnet sepertinya selalu menarik mata saya untuk mengeluarkan air mata ketika banyak pembahasan mengenai mereka berdua. Hal yang berlebihan mungkin akan terucap oleh beberapa orang yang membaca tulisan ringan ini, tetapi menurut saya hal ini tidak berlebihan. Bagaimana bisa dikatakan berlebihan, ketika kita mengingat kembali perjuangan ibu yang telah mengandung kita selama 9 bulan lamanya, menyapih kita selama 2 tahun, dan mendidik kita dari kecil sampai segedhe sekarang dimana sudah bisa menulis artikel ringan di blog seperti ini. Sedangkan ayah tidak ketinggalan juga perjuangan beliau, walau kadang sering diam tidak bekata apapun ketika melihat kebandelan anaknya, tetapi beliau selau berjuang menafkahi keluarganya. Dalam diamnya, ayah selalu memikirkan kita dan mungkin menangis dalam doa untuk keluarganya. Saya pun teringat ayah saya yang menangis di sela-sela sujud tahajjud beliau ketika saya sakit. Sayup- sayup waktu itu saya mendengar seorang lelaki separuh baya yang menangis ketika saya sakit, dan ternyata itu adalah suara ayah saya. Dengan tenaga dan doa mereka berdualah saya bisa menikmati pendidikan sampai perguruan tinggi. Pastinya saya tidak bisa menuliskan satu per satu perjuangan mereka di sini karena hal itu sangatlah sulit. Lalu apakah sedikit hal yang telah disinggung di atas tidak bisa mewakili alasan saya menomorsatukan mereka yang tentunya setelah Rabb-saya dan kemudian Rasulullah..? Ya ini tampaknya memang pertanyaan retoris yang tidak perlu jawaban..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s