Don’t Worry, Just Follow Your Dream…

tumblr_lskl5geUJ81qazj2jo1_500

Impian adalah suatu target yang ingin kita raih di masa depan sehingga untuk meraihnya biasanya diperlukan  usaha- usaha yang tidak sedikit. Contohnya seorang pelajar. Dia akan rela meninggalkan acara televisi favoritnya hanya untuk belajar, agar dia bisa meraih impiannya untuk lulus UN dengan hasil yang memuaskan. Seorang mahasiswa akanmenghentikan aktifitas bermainnya —hang out dengan teman-temannya yang merupakan aktivitas kesukaannya, untuk  mondar- mandir ke perpustakaan dan menemui dosen pembimbing agar dia dapat menyelesaikan skripsi secepatnya.

Dalam menaiki tangga usaha yang dia perjuangkan untuk meraih impian, seringkali kita akan menghadapi pikiran dan berbagai pertanyaan yang ditujukan untuk diri sendiri yang kadang malah bisa mengendorkan mental dalam meraih impian dan membuat gelabakan. Mungkin sering kali pertanyaan yang terlintas dari pikiran kita adalah “apakah impian saya untuk begini dan begitu terlalu tinggi”. Untuk pembaca yang masih menjadi seorang pelajar mungkin akan berpikir bahwa ” dalam menghadapi UN itu akan sangat sulit, apalagi sekedar untuk meraih nilai terbaik di sekolahnya”, atau mungkin pikiran- pikiran lain yang mungkin menggangu untuk meraih apa yang apa kita sebut sebagai impian. Kurang lebihnya seperti itulah pikiran- pikiran yang kadang bahkan sering kali mengganggu.

Tidak dipungkiri memang, setiap orang pasti khawatir akan suatu hal yang akan menimpanya terlebih hal itu adalah hal yang tidak diinginkan. Sampai detik ini pun penulis masih memiliki kekhawatiran seperti itu. Saya khawatir mengenai pengumuman kelulusan beasiswa S2 saya tahun ini. Apakah saya bisa lolos atau tidak. Walau orang tua saya selalu optimis mengenai saya, anehnya pada mulanya saya malah masih khawatir akan itu. Akan tetapi, alhamdulillah saat ini saya mulai percaya bahwa saya yakin bisa lolos tahap tersebut dan meraihnya.

Well, sebenarnya bukan itu yang ingin saya share-kan di sini. Sebenarnya di sini kita akan membahas apa itu yang namanya impian dan apakah kita harus berpikir ulang jika kita mau memimpikan suatu impian, dan apakah kita harus tebang pilih mana impian mungkin bisa kita raih atau yang mungkin saja kita tidak bisa kita raih.

Pada dasarnya semua orang pasti memiliki impian, di luar konteks apakah impian itu besar ataupun kecil. Ketika kita masih kecil kita sering ditanya, “apa cita-citamu?”, dan tentunya kita akan dengan bangga menjawab “cita- citaku adalah menjadi seorang dokter”. Sebenarnya itu bukanlah suatu tindakan imitasi dari seorang anak kecil terhadap anak kecil kecil yang lainnya. Akan tetapi, ini merupakan tindakan spontanitas jawaban anak kecil. Yang tentunya dulu pun penulis merasakan demikian dan juga menjawab seperti ini pula ketika ditanya tentang cita-cita. Kenyataannya sekarang, apakah setiap anak yang memiliki cita- cita jadi dokter akan menjadi seorang dokter ketika dia dewasa? Pasti jawabannya TIDAK. Kemudian pertanyaanya adalah apakah mereka (anak- anak kecil) berubah pikiran akan cita- citanya ketika dia dewasa? Jawabannya adalah IYA. Lalu kenapa bisa demikian? Jawabanya cukuplah sederhana karena adanya proses perubahan pola pikir dari diri mereka yaitu dari anak- anak kemudian menjadi dewasa.

Masa dari tahap anak- anak menjadi dewasa tentulah tidak singkat. Di sana akan terjadi banyak proses kehidupan. Argumen- argumen yang masuk dalam dirinya, pola didikan keluarga maupun proses pembelajaran di sekolah akan membentuk pola pikir seseorang. Selain itu, teman sepermainan dan proses bersosialisasi di masyarakat pun mengambil peranan penting dalam pembentukan pola pikir seseorang tersebut. Anak yang pada mulanya sering berpikiran positif akan impiannya ketika bernajak dewasa mungkin dia akan berubah, bukan berarti selalu berpikiran negatif (tidak percaya) akan impiannya tetapi sebenarnya dia mulai berhati- hati akan apa yang dia inginkan dalam hidupnya. Hal ini bisa terjadi karena banyak hal. Pertama, dia berperilaku demikian karena banyak orang di sekitarnya yang sering meremehkan impiannya. Kedua, karena dia telah banyak mengalami kegagalan dalam hidupnya sehingga dia tidak mau menerima kegagalan lagi. Hal itulah yang membuat dia berubah dalam memperlakukan impianya.

Hal ini, tentu beda dengan orang yang selalu bersikap positif. Sebenarnya sikap positif ini bisa dilatih. Sering kali memang hal yang baik pada mulanya perlu kita paksakan agar terbiasa. Bersikap positif pun perlu kita biasakan. Yang paling penting yang harus kita lakukan agar tetap bisa bersikap positif adalah jangan terlalu mengkhawatirkan akan apa yang akan terjadi esok, ikuti saja impian yang sebenarnya.

Kita hidup hari ini, kemarin adalah sejarah, dan esok adalah lukisan- lukisan harapan kita. Lakukan saja apa terbaik darimu yang bisa kamu lakukan, usaha apapun yang penting halal dan yang bisa kamu lakukan, just do it. Sedangkan hasilnya esok, tinggal kita serahkan pada Rabb kita, pemilik langit dan bumi serta seluruh isinya. Ketika usaha telah kita kerahkan untuk mengikuti impian kita yang tentunya tidak melanggar syariat agama, maka yang paling pokok ya menyerahkan semua urusan kepada Allah Azza wajalla tentunya. Yang harus kita ingat adalah Rabb kita selalu mengetahui apa yang terbaik untuk kita seperti yang telah disebutkan dalam penggalan surat Al Baqarah ayat 216 :

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”

Selain kita menghindari kekhawatiran yang sering menghantui, kita juga harus mengikuti impian kita dengan catatan impian itu tidak melanggar dien Islam. Kita juga harus percaya bahwa impian kita akan tercapai dan akan dikabulkan oleh Rabb kita jika itu memang yang terbaik buat kita.

So, just keep on spirit to reach what you dream.. ^___^

NO PLAGIARISM.. JUST COPY THIS WRITING BY ADDING THE REFERENCE.

THANK YOU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s